INFORMASI TEST ELPT (KLIK DISINI)

Pendidikan Kesehatan “Manajemen Nyeri” di Poli Bedah A RSUA

  • By NAILI RAUDIATUS ZAHRA
  • In Ners News
  • Posted 23 November 2022

NERS NEWS - Pada Hari Kamis 17 November 2022, mahasiswa Fakultas Keperawatan Unair Kelompok 7 di bawah bimbingan Ibu Ni Ketut Alit Armini, S.Kp., M.Kes selaku pembimbing Akademik dan Ibu Masfin Muhayanah, S.Kep., Ns. selaku pembimbing klinik berhasil melakukan pendidikan kesehatan dengan topik “Manajemen Nyeri”. Kegiatan ini dimulai pada pukul 10.00 dan dihadiri oleh pasien yang berada di sekitar ruang tunggu Poli Bedah A.

Kegiatan penyuluhan dengan melakukan pendidikan kesehatan kepada pasien maupun keluarga pasien ini merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh setiap kelompok mahasiswa Semester 5 yang sedang melakukan praktik klinik keperawatan di rumah sakit. Pemilihan topik mengenai “Manajemen Nyeri” ini kami ambil dikarenakan mayoritas masalah yang dialami oleh pasien di Poli bedah kebanyakan mengeluh nyeri akibat luka yang mereka miliki. Untuk itu, diharapkan nantinya pasien maupun keluarga pasien mampu meminimalisir rasa nyeri yang dialami baik secara farmakologis maupun non farmakologis. Nyeri sendiri dapat diartikan menjadi suatu keadaan tidak nyaman baik ringan maupun berat. Tentunya jika hal ini dirasakan dirasakan terus menerus pada diri seseorang tentunya bisa menghambat segala macam aktivitasnya.

Untuk itu perlu dilakukan beberapa cara untuk meminimalisir rasa nyeri yang timbul tersebut seperti menghilangkan nyeri dengan obat-obatan yang sudah diresepkan oleh dokter. Selain dengan obat-obatan bisa juga dengan non farmakologis seperti dengan stimulasi dan masase kutaneus, kompres dingin/hangat, TENS, terapi musik, imajinasi terbimbing, teknik relaksasi, dan juga distraksi. Peran keluarga/orang terdekat juga diperlukan untuk melakukan berbagai tindakan nonfarmakologis tersebut. Oleh karenanya, kami berharap dengan melakukan penyuluhan ini keluarga/orang terdekat pasien juga ikut mencermati dan memahami materi yang sudah disampaikan.

Saat sesi diskusi, audience yang berada di depan kita sangat antusias dan mengajukan beberapa pertanyaan yang selama ini mereka keluhkan mengenai nyeri yang dialami. Ada juga pasien yang berbagi pengalaman tentang bagaimana mengatasi nyeri versi mereka. Saat kegiatan ini hampir berakhir, Ibu Ni Ketut Alit Armini, S.Kp., M.Kes memberikan beberapa tambahan dan penguatan terhadap materi yang disampaikan. Setelah melihat respon dan melakukan evaluasi kepada pasien yang mengikuti penyuluhan terlihat bahwa mereka cukup menyimak dan memahami sedikit demi sedikit apa yang sudah disampaikan. Oleh karena itu, kami berharap penyuluhan yang kami berikan bisa memberikan manfaat baik kepada pasien maupun keluarga pasien, serta dapat diimplementasikan secara mandiri di rumah.

 

Penulis : Alfina
Editor : Naili Raudiatus Zahra (Airlangga Nursing Journalist)

Pin It
Hits 63