INFORMASI TEST ELPT (KLIK DISINI)

Manajemen Mual Muntah Pasien Post Operasi

  • By NAILI RAUDIATUS ZAHRA
  • In Ners News
  • Posted 14 January 2023

NERS NEWS - Sekelompok Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 3 stase kritis Program Studi Pendidikan Profesi Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan penyuluhan mengenai manajemen mual muntah pada pasien post operasi di depan ruang pulih sadar OK lantai 7 Rumah Sakit Universitas Airlangga pada hari Jumat, (13/01/2023).

Penyuluhan ini diikuti oleh keluarga yang sedang menunggu keluarganya di depan ruang pulih sadar OK lantai 7 Rumah Sakit Universitas Airlangga. Antusias akan informasi mengenai manajemen mual muntah mulai dari pembedahan, efek samping anestesi, pengertian mual muntah, penyebab mual muntah, dan cara mengatasi mual muntah. Para keluarga pasien mendengarkan dengan seksama dan memberi feedback yang sangat positif. Hal ini berkaitan dengan pentingnya penyuluhan mengenai manajemen mual muntah pada pasien post operasi karena berhubungan dengan adanya efek pemberian anestesi. Acara penyuluhan dimulai langsung diawali kontrak waktu dengan keluarga kemudian penyuluhan dibuka oleh MC, sebelum penyampaian materi diadakan kegiatan seperti pretest dengan menempel jawaban di poster yang telah disediakan untuk mengetahui pengetahuan keluarga pasien mengenai manajemen mual muntah post operasi yang telah dilakukan selama ini. Kemudian pemateri menjelaskan mengenai manajemen mual muntah pasien post operasi, selanjutnya membahas mengenai jawaban pretest, dibuka sesi tanya jawab, lanjut review materi, penambahan materi dari pembimbing klinik serta yang terakhir kesimpulan dan penutup oleh MC.

Pemateri menjelaskan mengenai dua efek samping pemberian anestesi atau pembiusan yang sering timbul setelah dilakukan operasi atau pembedahan dengan anestesi umum yaitu mual dan muntah. Mual muntah post operasi dikenal dengan sebutan postoperative nausea and vomiting (PONV). Mual adalah perasaan yang tidak menyenangkan terkait merasa sakit atau mendorong untuk muntah, sedangkan muntah adalah pengeluaran isi lambung, melalui mulut akibat spasme otot tidak sadar. Mual dan muntah pascaoperasi adalah sebuah perasaan mual dan muntah yang dialami dalam rentang waktu 24 jam setelah operasi. Mual dan muntah yang berlangsung terus menerus dapat menyebabkan gangguan cairan, dan ketidakseimbangan elektrolit, terbukanya kembali luka operasi, perdarahan, dan terhambatnya penyembuhan luka. Pada pasien pascaoperasi yang masih dalam pengaruh sedasi atau anestesi, mual dan muntah pascaoperasi dapat meningkatkan risiko aspirasi isi lambung.

Cara mengatasi mual muntah pada pasien post operasi dapat dengan 2 cara yaitu relaksasi nafas dalam dan aromaterapi. Pertama dengan relaksasi napas dalam (Deep Breathing Relaxation) merupakan pernapasan pada abdomen dengan frekuensi lambat serta perlahan, berirama, dan nyaman dengan cara memejamkan mata saat menarik napas. Efek dari teknik relaksasi ini adalah distraksi atau pengalihan perhatian sehingga dapat menurunkan intensitas mual, menurunkan kecemasan dan meningkatkan oksigenisasi darah. Teknik relaksasi napas dalam yaitu dengan mengatur posisi yang nyaman dan lingkungan yang tenang; usahakan rileks dan tenang; menarik nafas dalam memalui hidung dengan hitungan 1,2,3 kemudian tahan sekitar 5-10 detik; kemudian hembuskan nafas melalui mulut secara perlahan-lahan sambil membiarkan tubuh menjadi kendor dan merasakan betapa nyaman hal tersebut.

Cara kedua menggunakan aromaterapi dengan menggunakan minyak essensial yang bermanfaat untuk meningkatkan keadaan fisik dan psikologis sehingga menjadi lebih baik. Setiap minyak essensial memiliki efek farmakologis yang unik, seperti antibakteri, antivirus, diuretik, vasodilator, penenang, dan merangsang adrenal. Ketika minyak essensial dihirup, maka molekul masuk rongga hidung dan merangsang sistem limbik di otak. Aromaterapi dihirup masuk dari luar tubuh ke dalam tubuh dengan satu tahap yang mudah, yaitu melewati paru-paru dialirkan ke pembuluh darah melalui alveoli. Inhalasi sama dengan metode penciuman bau, dimana dapat dengan mudah merangsang olfactory pada setiap kali bernafas. Aroma bau wangi yang tercium akan memberikan efek perasaan tenang, menurunkan mual dan muntah pada pasien post operasi. Jenis minyak aromaterapi yang dapat digunakan yaitu aromaterapi jahe, aromaterapi citrus (lemon), dan aromaterapi lavender.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Mbak dan Mas sekalian yang telah bersedia memberikan informasi kepada kami, sehingga kami mengetahui mengenai manajemen mual muntah pada pasien setelah operasi yang mendapat obat bius agar kita dapat menerapkan langsung dengan benar ke keluarga yang mengalami mual muntah setelah menjalani operasi,” ujar salah satu peserta penyuluhan.

Besar harapan kami selaku Ners Muda, penyuluhan ini dapat bermanfaat untuk masyarakat serta dapat diaplikasikan untuk kehidupan sehari-hari.

 

Penulis: Kelompok 3 Stase Kritis
Editor: Naili Raudiatus Zahra (Airlangga Nursing Journalist)

Pin It
Hits 112