INFORMASI TEST ELPT (KLIK DISINI)

Edukasi peran IGD dan Mengenal Triage di Instalansi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya

  • By NAILI RAUDIATUS ZAHRA
  • In Ners News
  • Posted 24 January 2023

NERS NEWS - Pemberian edukasi peran IGD dan mengenal triage dilakukan kepada keluarga pasien yang sedang menjalani proses pengobatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Universitas Airlangga. IGD merupakan unit pelayanan penanganan awal bagi pasien yang datang dengan kondisi sakit ataupun cedera yang dapat mengancam kelangsungan hidup. Triage sangat penting dalam mengidentifikasi berat atau ringannya kondisi pasien atau kegawatan yang memerlukan tindakan segera. Perawat maupun dokter mempunyai batasan waktu (response time) untuk mengkaji keadaan dan memberikan intervensi secepatnya yaitu < 10 menit. Hal tersebut perlu dilakukan pendidikan kesehatan kepada masyarakat terutama pasien dan keluarga pasien yang sedang berada di unit Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit guna mengetahui peran dari IGD dan adanya triage di dalam IGD RS Universitas Airlangga.

Pemberian edukasi mengenal peran IGD dan triage ini merupakan salah satu kompetensi yang dilakukan oleh mahasiswa kelompok A-B1 progam pendidikan profesi ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga periode tahun 2022. Dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Januari 2023 pada pukul 10.00 – 11.00 WIB di IGD RS Universitas Airlangga.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi terkait bagaimana cara mengidentifikasi kondisi yang mengancam jiwa dan untuk menetapkan tingkat atau deajat kegawatan yang memerlukan pertolongan kedaruratan.

Adapun cara untuk menentukan tingkat prioritas triage dibagi menjadi 5 (lima) warna yaitu:

1. Warna putih (tidak gawat dan tidak darurat): dengan kondisi gejala ringan, bisa berjalan, sadar penuh, tanda-tanda vital normal.

2. Warna merah (emergency): dengan kondisi Pasien atau korban memiliki masalah jalan napas, sesak, trauma kepala berat, perdarahan diluar, gangguan jantung, luka bakar berat atau kecelakaan lalu lintas berat.

3. Warna kuning (gawat): dengan kondisi pasien yang mengalami patah tulang, luka bakar derajat tinggi, trauma kepala ringan.

4. Warna hijau (tidak gawat): dengan kondisi yang tidak mengalami trauma parah dan kondisi yang tidak serius, Pasien maupun korban masih bisa berjalan dan masih sadar, Penanganan pada pasien maupun korban yang ditandai dengan warna hijau membutuhkan perawatan kurang dari 2 jam.

5. Warna biru (resusitasi): dengan kondisi pasien berada dalam kondisi yang sangat kritis, tetapi sulit untuk diselamatkan nyawanya. Sekalipun segera ditangani, pasien tetap akan meninggal.

Keuntungan dari mengenal triage ini penting sehingga pelaksanaan penanganan pasien akan lebih cepat dan tepat, sehingga pasien mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi yang sedang dialami.

 

Penulis: Nophyaningtias Tri Widya N
Editor: Naili Raudiatus Zahra (Airlangga Nursing Journalist)

Pin It
Hits 34