INFORMASI TEST ELPT (KLIK DISINI)

Percepatan Eliminasi Stunting Melalui Kegiatan MBKM Desa Emas

  • By NAILI RAUDIATUS ZAHRA
  • In Ners News
  • Posted 24 January 2023

NERS NEWS - Presiden Joko Widodo berharap pada tahun 2024 mendatang angka stunting bisa ditekan sampai 14 persen. Lewat instruksinya, Presiden Joko Widodo menekankan supaya segala golongan bekerja agar permasalahan stunting di Indonesia bisa menurun secara signifikan. Bercermin dari perihal tersebut, hingga BKKBN bekerjasama dengan Forum Rektor Indonesia berupaya melaksanakan percepatan penyusutan angka stunting dengan mengaitkan mahasiswa dalam program MBKM Desa Emas.

Desa Ellak Laok merupakan salah satu desa fokus stunting di Kabupaten Sumenep. Data stunting per 2022 didapat bahwa terdapat 10 anak dengan stunting. Terdapat pula ratusan keluarga yang memiliki risiko stunting.

Salah satu mahasiswa yang mengikuti program ini, yaitu Bima Dwiantono dari Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga angkatan 2020 mengaku sangat senang mengikuti program ini karena program ini membantu masyarakat dan pemerintah dalam mempercepat penurunan angka stunting di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Sumenep. Selain itu, program ini juga didukung oleh dosen wali yang membimbing selama berkuliah di Fakultas Keperawatan yaitu bapak Hakim Zulkarnain S.Kep., Ns., MSN.

MBKM Desa Emas ini diadakan pada bulan September – Desember 2022. Kegiatan ini dibagi menjadi 5 pilar. Pilar-pilar tersebut yaitu : pilar 1 (Peningkatan Komitmen dan Kepemimpinan Pemerintah Desa/ Kelurahan), pilar 2 (Penguatan dan Pengembangan Sistem, Data, Informasi, dan Riset), pilar 3 (Komunikasi Perubahan Perilaku dan Pemberdayaan Masyarakat dalam hal Gizi, Perilaku Sehat, Gotong Royong, dan Kemandirian), pilar 4 (Konvergensi Intervensi Spesifik dan Sensitif melalui Pendekatan Kampung Keluarga Berkualitas) Lingkungan Sehat (Sarana Air Bersih)) dan pilar 5 (Ketahanan Pangan di Tingkat Individu, Keluarga, dan Masyarakat melalui Kegiatan Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal). Pilar-pilar tersebut sudah disesuaikan mengikuti Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3 tentang Kesehatan yang baik dan kesejahteraan, nomor 6 akses air bersih dan sanitasi dan nomor 12 yakni konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Pada pilar 4 yaitu “Konvergensi Intervensi Spesifik dan Sensitif melalui Pendekatan Kampung Keluarga Berkualitas Lingkungan Sehat (Sarana Air Bersih)”, ada 2 rumah yang mendapatkan bantuan filter air bersih. Mereka merasa terbantu karena air pada sumur yang dimiliki masih terdapat kandungan kapurnya. Selain itu pada pilar 3 “Komunikasi Perubahan Perilaku dan Pemberdayaan Masyarakat dalam hal Gizi, Perilaku Sehat, Gotong Royong, dan Kemandirian”, para kader KPM dan mahasiswa juga dapat saling bertukar informasi mengenai stunting ini. Lewat media poster dan TikTok diharapkan mampu menambah pengetahuan masyarakat mengenai stunting ini. Untuk media TikTok sendiri, diadakan lomba yang diperlombakan tingkat provinsi. Hal ini menambah semarak dan antusias para kader.

Melalui program ini, diharapkan mahasiswa turut andil dalam percepatan penurunan stunting. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga Kesehatan serta pola hidup agar anak-anak mereka terbebas dari stunting.

 

Penulis : Hakim Zulkarnain S.Kep., Ns., MSN dan Bima Dwiantono
Editor: Naili Raudiatus Zahra (Airlangga Nursing Journalist)

Pin It
Hits 36