INFORMASI TEST ELPT (KLIK DISINI)

Penurunan Kasus Stunting Dalam Pelaksanaan Program Merdeka Belajar “Desa Emas”

  • By NAILI RAUDIATUS ZAHRA
  • In Ners News
  • Posted 24 January 2023

NERS NEWS - Berbagai macam cara dapat dilakukan dalam berpartisipasi kepada masyarakat mengenai kesehatan gizi dan juga pangan terhadap anak-anak terkhusus pada baduta (bayi dua tahun). Kampus Merdeka Indonesia kembali membuka salah satu program yang Bernama Desa Emas, yang merupakan program kegiatan percepatan penurunan stunting di Jawa Timur yang bekerjasama dengan BKKBN provinsi Jawa Timur bersama forum Rektor Indonesia. Ruang lingkup yang diambil ialah desa yang masih terdata dalam tingginya nilai stunting pada daerah Jawa Timur. Program dilaksanakan mulai bulan Oktober sampai Desember 2022. Dalam hal ini mahasiswa yang mengikutinya akan didampingi oleh dosen sesuai dengan lokasi desa yang didapatkan. Kegiatan ini mirip dengan kuliah kerja nyata namun yang membedakan ialah kegiatan ini sudah memiliki program tersendiri sehingga kegiatan lebih terarah dan spesifik dalam pelaksanaannya.

Pada Desa Emas ini, saya Novensia Hutajulu mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga dari program Sarjana mengikuti serta mendapatkan lokasi di Lumajang tepatnya Desa Jarit. Tidak sendiri saya ditemani oleh dua orang lagi sebagai tim saya yang nantinya akan melaksanakan program ini. Banyak persyaratan yang perlu diperhatikan tentunya agar bisa mendaftar pada kegiatan ini. Setiap dukungan saya dapatkan dari orang-orang terdekat saya dan tentunya dosen wali saya yaitu bapak Hakim Zulkarnain, S. Kep., Ns., MSN yang bersedia membantu saya dalam melaksanakan program ini.

Pada programnya dibagi menjadi lima pilar. Pada pilar pertama ialah peningkatan komitmen dan kepemimpinan pemerintah Desa/Kelurahan. Pilar pertama ini dilakukan focus group discussion yang membahas komitmen pendanaan dan sumber daya manusia serta faktor pendukung, penghambat, dan praktik dalam program penurunan stunting di desa. Kemudian pada pilar dua membahas penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi dan riset. Pada pilar ini lebih membahas mengenai tim audit kasus stunting dan juga rumah dataku yang ada di desa yang dilakukan dengan mewanwancarai perangkat desa yang terkait. Dilanjutkan pada pilar ketiga mengenai komunikasi perubahan perilaku dan pemeberdayaan masayarakat dalam gizi, perilaku sehat, gotong royong, dan kemandirian. Kegiatan yang dilakukan pada pilar ini adalah focus group discussion dan juga pembuatan video kampanye anti stunting dengan ibu-ibu PKK desa. Lalu pada pilar keempat ada konvergensi intervensi spesifik dan sensitif melalui pendekatan kampung keluarga berkulitas. Pelaksanaan kegitan yang dilakukan adalah penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat kepada anak-anak sekolah dasar desa Jarit yang mana membahas perilaku PHBS dan teknik enam langkah cuci tangan. Masuk pada pilar kelima yang merupakan pilar terakhir yakni ketahanan pangan di tingkat individu, keluarga, dan masyarakat melalui kegiatan pemanfaatan bahan pangan lokal. Dilakukan survei pasar dan survei ibu yang memiliki baduta untuk menilai serta mendapatkan nilai grafik pangan.

Desa emas ini tentunya mendukung SDGs desa yang mana tindakan dalam upaya terpadu pembangunan desa untuk percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Dari program yang ada didalam Desa Emas ini bisa kita lihat banyak poin yang mendukung SDGs, seperti desa tanpa kemiskinan dan kelaparan yang terwujud dari pemberian PMT yang dilakukan pihak desa kepada Ibu hamil dan baduta, desa peduli kesehatan yang muncul dalam pemberian imunisasi kepada bayi pada posyandu, desa ramah perempuan dengan adanya tim ibu PKK sebagai pelaksana PMT desa, desa peduli Pendidikan yang terlihat dalam sekolah-sekolah yang berdiri dan fasilitas yang memadai, desa peduli lingkungan yang tampak dalam sanitasi air yang bersih.

Poin positif serta manfaat dari kegiatan ini tentunya menambah pengalaman kepada mahasiswa mengenai proses penurunan stunting pada desa. Kemudian mahasiswa juga bisa memperluas hubungan sosial kepada pihak desa dan masyarakat sekitarnya. Menjadikan mahasiswa lebih peka terhadap permasalahan yang masih sering terjadi di desa. Lalu pada desa juga bermanfaat untuk mendukung program pada desa yang telah dilaksanakan dan menambah program tambahan yang mungkin bisa dilalukan oleh desa dari kegiatan Desa Emas ini. Bagi pemenrintahan juga mendapatkan pendataan terkait kasus stunting setiap dan dan progres penurunan stunting tersebut. Kiranya program seperti ini dapat terus berlanjut dengan pendekatan yang berbeda sesuai dengan permasalahan atau kebutuhan yang terjadi di Indonesia.

 

Penulis : Novensia Hutajulu dan Hakim Zulkarnain, S.Kep., Ns., MSN
Editor : Naili Raudiatus Zahra (Airlangga Nursing Journalist)

Pin It
Hits 40