INFORMASI TEST ELPT (KLIK DISINI)

WEB NERS : INOVASI TIM PKM-K UNAIR DALAM MEMBUAT APLIKASI HOME CARE DENGAN HARGA TERJANGKAU

  • By Nasya Puspita Anggraeni
  • In Ners News
  • Posted 09 July 2024

NERS NEWS - Inovasi berbasis teknologi terus muncul di berbagai sektor di era digital untuk menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini. Ini termasuk di bidang kesehatan. Karena itu, mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses sangat penting. Hal itulah yang mendorong tim PKM yang lolos pendanaan dari Universitas Airlangga untuk mengembangkan aplikasi baru untuk layanan home care yang disebut HINERS (Homecare Integrated Nursing Efficacy Response Service).

HINERS didirikan oleh empat mahasiswa dari Fakultas Keperawatan (FKP) dan satu mahasiswa dari Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB). Anggota tim PKM-K ini adalah Aziz Firmansyah, Alanistya Ardhianti, Aulia Fikriatunnisa, Ahmad Roozan Sirojuddin, dan Dea Nabilah Putri adalah anggota tim dengan dosen pendamping Rifky Octavia Pradipta., S Kep., Ns., M Kep. Tujuan dari aplikasi ini adalah untuk memastikan bahwa semua orang di Indonesia memiliki akses yang sama ke layanan kesehatan dengan harga terjangkau. Dengan demikian, orang-orang dari berbagai kalangan akan dapat menikmati layanan home care yang baik.

Menurut data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia memiliki jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia, dengan 19,5 juta orang pada tahun 2021. Hal ini mengharuskan mereka mendapatkan perawatan kesehatan yang memadai. Namun, luka yang disebabkan oleh diabetes membuat penderita sulit mengantre di layanan kesehatan. Aziz, selaku ketua tim mengatakan, "Selama ini, layanan home care kan masih bersifat manual. Dari mulut ke mulut. Tapi, HINERS berbeda karena sudah terintegrasi dengan teknologi."

HINERS menawarkan berbagai layanan perawatan rumah, seperti perawatan luka diabetes, luka bakar, stroke, traksi, dan pemasangan gips. Selain layanan utama perawatan luka, aplikasi ini juga memiliki konsultasi kesehatan, layanan panggilan cari perawat, dan artikel edukasi tentang cara mencegah infeksi pada luka. “Para pengguna tidak perlu khawatir karena semua perawat di HINERS telah lulus pendidikan S1 dan profesi, sehingga terjamin profesional dan kompeten,” tambahnya.

Aziz juga mengatakan bahwa selama proses penyusunan proposal HINERS, dia mengalami sejumlah tantangan terutama terkait dengan pencocokan jadwal. Anggota tim mereka semua berada di semester enam, sehingga sulit untuk berkumpul secara offline secara penuh. Ada beberapa orang yang sedang mempersiapkan proposal skripsi, tugas akhir, dan KKN yang lokasinya berjauhan.

Aziz berharap inovasi HINERS tidak hanya berhenti di PKM-K ini, tetapi juga menjadi batu loncatan bagi tim mereka untuk membangun bisnis yang menguntungkan masyarakat sekitar. HINERS memudahkan akses layanan kesehatan bagi klien dengan gangguan mobilitas. Dengan demikian, kematian akibat infeksi luka yang tidak terawat dapat dikurangi.

 

Penulis : Aulia Fikriatunnisa

Editor : Nasya Puspita Anggraeni (Airlangga Nursing Journalist)

Pin It
Hits 61