Kenali Randang Amandel dan Tenggorokan serta Pencegahannya

2021-02-28 03:10:43


Hampir semua orang tentu pernah merasakan sakit radang tenggorokan dan amandel. Kedua penyakit ini merupakan penyakit yang terjadi di dalam area leher. Meski letaknya sama, radang tenggorokan dan amandel merupakan penyakit yang berbeda. Nah, dimana letak perbedaannya?

Perbedaan antara Radang Tenggorokan dan Amandel

Radang tenggorokan punya nama lain, yaitu faringitis. Kondisi ini merupakan peradangan yang terjadi pada daerah faring, yaitu bagian belakang tenggorokan. Adanya radang tenggorokan akan membuat pengidapnya merasa sangat tidak nyaman, karena menimbulkan sensasi rasa sakit dan panas, sehingga pengidap akan kesulitan untuk menelan. Radang tenggorokan juga bisa jadi pertanda kalau kamu tengah mengidap demam atau flu. Meskipun terasa sangat tidak nyaman, radang tenggorokan merupakan penyakit yang dapat mereda dengan sendirinya dalam waktu seminggu.

Sedangkan amandel merupakan kondisi saat amandel mengalami peradangan. Amandel sendiri merupakan dua kelenjar kecil yang ada di tenggorokan. Organ ini berfungsi mencegah infeksi, khususnya pada anak-anak. Namun, seiring dengan bertambahnya usia, fungsi amandel perlahan tergantikan. Nah, seiring dengan fungsinya yang tergantikan, amandel akan perlahan menyusut.

Faktanya, seseorang bisa mengalami radang tenggorokan tanpa mengalami radang amandel. Tetapi, dua hal ini bisa terjadi bersamaan. Tonsilitis dapat disebabkan oleh bakteri kelompok Streptococcus, yang bertanggung jawab untuk radang tenggorokan, tetapi radang amandel juga bisa disebabkan oleh bakteri dan virus lain.

Radang tenggorokan alias faringitis adalah penyakit yang terjadi akibat peradangan pada daerah tenggorokan. Sementara radang amandel (tonsilitis) menyerang kelenjar tonsil, yaitu kelenjar yang berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh. Kelenjar ini bertugas untuk menangkap dan membunuh kuman yang menyerang saluran pernapasan. Simak perbedaan dari dua penyakit tersebut berikut ini.

Cara pertama untuk mengetahui perbedaan di antara dua penyakit ini tentu saja melalui gejalanya. Tonsilitis dan radang tenggorokan memiliki banyak gejala serupa karena radang tenggorokan dianggap sebagai jenis radang amandel. Namun, orang-orang dengan radang tenggorokan memiliki gejala tambahan yang unik.

Dua penyakit ini sama-sama menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening di area leher, gangguan menelan, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Pada beberapa aspek tampak perbedaannya, misalnya pada radang tenggorokan tampak kemerahan pada amandel, sementara pada radang tenggorokan hanya tampak bintik-bintik merah pada mulut.

Radang amandel disebabkan demam, leher kaku, sakit perut, dan perubahan warna putih atau kuning pada atau di sekitar amandel. Sementara radang tenggorokan sebabkan demam yang lebih tinggi, pegal linu pada sekujur tubuh, mual dan muntah, serta tampak amandel merah bengkak dengan garis-garis putih nanah.

Gejala yang Muncul pada Pengidap Radang Tenggorokan dan Amandel

Pada pengidap radang tenggorokan, gejala yang muncul biasanya akan tergantung pada penyebab terjadinya radang. Beberapa gejala umum dari radang tenggorokan, antara lain sakit kepala, sakit tenggorokan, demam, ruam kulit, nyeri sendi dan otot, serta membengkaknya kelenjar getah bening yang berada di leher atau ketiak.

Sedangkan pada pengidap amandel, gejala yang muncul berupa lemas, demam, sakit kepala, sulit menelan, suara serak, bau mulut, leher yang terasa kaku, sakit perut, batuk, dan pembengkakan kelenjar getah bening pada leher.

Penyebab Terjadinya Radang Tenggorokan dan Amandel

Infeksi virus dan bakteri merupakan penyebab umum terjadinya radang tenggorokan dan amandel. Virus dan bakteri ini yang akan menyebabkan batuk, pilek, serta flu pada pengidap radang tenggorokan dan amandel. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan kedua kondisi tersebut adalah bakteri Streptococcus pyogenes.

Tindakan Pencegahan pada Radang Tenggorokan dan Amandel diantaranya :

• Mengonsumsi permen pereda tenggorokan.

• Konsumsi minuman hangat dan makanan yang lunak.

• Hindari merokok dan menghirup asap rokok.

• Istirahat dengan cukup.

• Perbanyak minum air putih guna meningkatkan produksi air liur dalam mulut.

• Jaga sirkulasi udara agar tidak kering dan memperparah radang tenggorokan dan amandel yang kamu alami.

• Berkumur dengan air garam atau obat kumur antiseptik guna mematikan bakteri atau virus yang berada dalam tenggorokan.

Sementara untuk kasus radang amandel yang lebih berat, dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi. Pastikan untuk minum antibiotik persis seperti yang diarahkan oleh dokter.

 

Penulis : Muchamad Naufal Falakhi

Editor : Risky Nur Marcelina

 

Referensi :

Florencia, G. (2019, December 9). Cara Membedakan Amandel dan Radang Tenggorokan. https://www.halodoc.com/artikel/cara-membedakan-amandel-dan-radang-tenggorokan

Handayani, V. V. (2019, June 19). Kenali Perbedaan antara Radang Tenggorokan dan Amandel. https://www.halodoc.com/artikel/perbedaan-antara-radang-tenggorokan-dan-amandel


KIRIM TULISAN
LITERASI HIDUP SEHAT