
SURYA.co.id, SURABAYA – Alumni Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (Unair), Tirta Muhammad Rizki, S.Kep., Ns, meraih apresiasi atas kontribusinya dalam misi kemanusiaan internasional penanganan gempa bumi di Myanmar. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas dedikasinya dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana.
Bantu Penanganan Korban Gempa Myanmar
Tirta terlibat sebagai bagian dari Indonesia Emergency Medical Team (EMT) yang ditugaskan membantu penanganan korban gempa di Myanmar. Dalam misi tersebut, ia bersama tim memberikan pelayanan medis darurat, mulai dari penanganan luka hingga perawatan kesehatan dasar bagi warga terdampak.
“Atas nama kemanusiaan, kami berusaha memberikan pelayanan terbaik di tengah keterbatasan. Kondisi di lapangan cukup menantang, tetapi semangat untuk membantu sesama menjadi motivasi utama kami,” ujar Tirta kepada SURYA.co.id, Selasa (31/3/2026).
Penghargaan dari Kementerian Kesehatan Myanmar
Atas kontribusinya, Tirta menerima Certificate of Appreciation dari Kementerian Kesehatan Republik Persatuan Myanmar tertanggal 22 April 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran tenaga kesehatan internasional yang terlibat langsung dalam penanganan krisis kemanusiaan di negara tersebut.
Aktif di Kegiatan Internasional
Selain pengalaman di Myanmar, Tirta juga aktif mengikuti berbagai kegiatan peningkatan kapasitas di tingkat internasional. Ia tercatat sebagai peserta dalam “The 6th Regional Collaboration Drill” yang berlangsung di Thailand pada 9–13 Februari 2025.
Kegiatan ini merupakan latihan kolaborasi lintas negara dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan medis.“Pengalaman mengikuti latihan internasional sangat membantu dalam meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam koordinasi tim lintas negara saat menghadapi bencana,” tambahnya.
Penghargaan dari Kementerian
Di tingkat nasional, dedikasi Tirta turut mendapat pengakuan dari pemerintah Indonesia melalui Tanda Penghargaan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam pelayanan kesehatan dan pengabdian kepada masyarakat. Tak hanya itu, apresiasi juga datang dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) atas peran aktifnya dalam mendukung pembangunan manusia dan kegiatan kemanusiaan.





