
NERS NEWS — Mahasiswa Profesi Ners Universitas Airlangga kelompok stase Keperawatan Gerontik mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan bertema “Serviks Care: Cegah, Amati Gejala, Rutin, Skrinning dan Edukasi” pada Kamis, 6 Agustus 2026 di RW 04 Klampis Ngasem Surabaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan peserta usia produktif mengenai kanker serviks, faktor risiko, gejala, pentingnya deteksi dini, serta upaya pencegahan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks.
Kegiatan penyuluhan kesehatan ini berfokus pada peningkatan pemahaman peserta mengenai kanker serviks sebagai salah satu jenis kanker yang banyak menyerang perempuan. Materi yang disampaikan meliputi pengertian kanker serviks, penyebab utama yang berkaitan dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV), faktor-faktor risiko, tanda dan gejala, serta pentingnya melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) maupun Pap smear sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Selain membahas deteksi dini, peserta juga diberikan edukasi mengenai berbagai upaya pencegahan kanker serviks, seperti menjaga kebersihan organ reproduksi, menerapkan pola hidup sehat, menghindari perilaku seksual berisiko, tidak merokok, serta pentingnya vaksinasi HPV sebagai langkah pencegahan primer. Edukasi disampaikan menggunakan media presentasi dan leaflet agar informasi lebih mudah dipahami oleh peserta.
Kegiatan ini difasilitasi oleh Mahasiswa Profesi Ners Universitas Airlangga yang didampingi oleh pembimbing klinik dan kader Surabaya hebat. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif mengikuti sesi diskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai pemeriksaan deteksi dini, gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan.
Penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan deteksi dini kanker serviks secara rutin. Dengan diagnosis yang lebih awal, peluang keberhasilan pengobatan menjadi lebih tinggi sehingga kualitas hidup perempuan dapat dipertahankan dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.
Salah satu perwakilan pengelola Panti Griya Wreda Jambangan Surabaya menyampaikan bahwa edukasi mengenai kanker serviks sangat bermanfaat bagi peserta. “Melalui penyuluhan ini, peserta memperoleh informasi yang benar mengenai kanker serviks serta pentingnya pemeriksaan deteksi dini. Kami berharap pengetahuan ini dapat meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan reproduksi dan melakukan pemeriksaan secara berkala,” ujarnya.
Kegiatan ini mendukung beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
- SDGs 3: Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) — Penyuluhan kesehatan ini berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi mengenai pencegahan dan deteksi dini kanker serviks. Peningkatan pengetahuan diharapkan mampu mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sehingga penyakit dapat ditemukan lebih awal dan ditangani dengan optimal.
- SDGs 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) — Kegiatan penyuluhan merupakan bentuk pendidikan kesehatan yang memberikan informasi berbasis ilmiah kepada masyarakat mengenai kanker serviks dan pentingnya deteksi dini. Edukasi ini mendukung pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) dalam meningkatkan kemampuan masyarakat menjaga kesehatan secara mandiri.
Melalui kegiatan penyuluhan kesehatan ini, diharapkan peserta semakin memahami pentingnya deteksi dini kanker serviks sebagai salah satu upaya pencegahan yang efektif. Edukasi kesehatan yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara rutin, menerapkan gaya hidup sehat, serta mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan dan pendidikan.
Penulis: Adinda





