
NERS NEWS — Mahasiswa Profesi Ners Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan bagi siswa SMA dengan tema “Remaja Siaga, Hidup Sehat: Cegah Rokok, Kuasai BHD.” Kegiatan ini mengintegrasikan edukasi mengenai bahaya merokok dan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta keterampilan siswa dalam menjaga kesehatan dan menghadapi kondisi kegawatdaruratan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan perilaku dan kebiasaan yang dapat memengaruhi kesehatan hingga masa dewasa. Pada tahap ini, remaja mengalami berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial serta mulai memiliki kemandirian dalam menentukan perilaku kesehatan. Oleh karena itu, lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat strategis untuk memberikan pendidikan kesehatan dan mencegah munculnya perilaku berisiko pada remaja.
Salah satu perilaku yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah merokok. Remaja dapat rentan terhadap pengaruh teman sebaya, rasa ingin tahu, lingkungan, maupun informasi yang mendorong perilaku merokok. Melalui kegiatan edukasi, siswa diberikan pemahaman mengenai kandungan rokok, bahaya nikotin dan zat kimia berbahaya, serta dampak merokok terhadap kesehatan.
Materi yang disampaikan mencakup dampak merokok terhadap sistem pernapasan dan kardiovaskular, risiko kanker, ketergantungan nikotin, serta bahaya paparan asap rokok bagi orang di sekitar. Selain memahami dampak kesehatan, siswa juga dibekali kemampuan untuk mencegah perilaku merokok, termasuk cara menghindari lingkungan yang mendorong perilaku merokok dan cara menolak ajakan merokok dari teman sebaya.
Tidak hanya berfokus pada pencegahan perilaku berisiko, kegiatan ini juga membekali siswa dengan keterampilan menghadapi kondisi kegawatdaruratan melalui materi Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Dalam sesi BHD, siswa diperkenalkan dengan langkah-langkah dasar pertolongan pada kondisi henti jantung, termasuk mengenali kondisi korban, meminta bantuan, melakukan resusitasi jantung paru (RJP). Setelah mendapatkan penjelasan, siswa diberikan kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan dasar BHD melalui demonstrasi dan latihan secara langsung.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan siswa dalam sesi edukasi, diskusi, tanya jawab, serta praktik BHD. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti materi dan mencoba melakukan tindakan pertolongan dasar sesuai dengan prosedur yang telah diberikan.
Melalui integrasi edukasi bahaya merokok dan pelatihan BHD, kegiatan ini tidak hanya bertujuan membentuk remaja yang mampu menjaga kesehatan diri, tetapi juga remaja yang memiliki kesiapsiagaan dalam membantu orang lain ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah promotif dan preventif dalam membentuk generasi muda yang lebih sehat, sadar terhadap risiko perilaku merokok, serta memiliki keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi yang mengancam jiwa.
Kegiatan ini mendukung beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
SDGs 3: Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera)
Kegiatan ini mendukung peningkatan kesehatan dan kesejahteraan remaja melalui edukasi mengenai bahaya merokok serta upaya pencegahan perilaku berisiko. Pelatihan BHD juga meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan dan memberikan pertolongan awal sebelum bantuan medis tersedia.
SDGs 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas)
Pendidikan kesehatan dan pelatihan BHD merupakan bentuk pembelajaran yang membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini mendukung peningkatan literasi kesehatan dan keterampilan hidup (life skills) pada remaja.
Melalui kegiatan “Remaja Siaga, Hidup Sehat: Cegah Rokok, Kuasai BHD,” diharapkan siswa semakin memahami bahaya merokok, mampu menghindari dan menolak ajakan merokok, serta memiliki keterampilan dasar dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar. Edukasi kesehatan yang diberikan sejak usia remaja diharapkan dapat membentuk perilaku hidup sehat sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Penulis: Adinda





