
NERS NEWS — Surabaya, 21 Agustus 2026 — Mahasiswa Program Studi Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (FKp Unair) melaksanakan Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dengan tema “Peran Keluarga dalam Pencegahan Risiko Jatuh pada Pasien Rawat Inap” di IRNA 6 Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), Jumat (21/8). Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan keluarga dalam mencegah risiko jatuh serta menciptakan lingkungan perawatan yang lebih aman bagi pasien.
Kegiatan PKRS merupakan bagian dari pelaksanaan Praktik Profesi Ners pada Stase Profesi Keperawatan Dasar (PKD) yang dilaksanakan oleh mahasiswa kelompok 6 Angkatan A49. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pengertian jatuh dan risiko jatuh, faktor risiko intrinsik dan ekstrinsik, dampak jatuh terhadap kondisi pasien, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan selama pasien menjalani perawatan. Materi disampaikan melalui metode ceramah, demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab dengan menggunakan media PowerPoint dan leaflet.
Kegiatan dilaksanakan di IRNA 6 RS Universitas Airlangga dan melibatkan mahasiswa Profesi Ners sebagai pemberi edukasi serta pasien dan keluarga sebagai peserta. Dalam penyampaian materi, mahasiswa menekankan bahwa keluarga merupakan mitra penting dalam menjaga keselamatan pasien. Keluarga dapat membantu mengawasi kondisi pasien, memastikan lingkungan sekitar tetap aman, membantu mobilisasi sesuai kondisi pasien, serta segera menghubungi petugas kesehatan apabila menemukan kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko jatuh. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko jatuh antara lain kelemahan fisik, gangguan keseimbangan, penurunan tingkat kesadaran, penggunaan alat bantu berjalan, efek obat-obatan, serta kondisi lingkungan yang kurang aman.

Untuk memudahkan keluarga mengingat langkah-langkah pencegahan risiko jatuh, mahasiswa memperkenalkan metode “SIAGA” sebagai pesan kunci dalam edukasi. S berarti selalu memberi tahu perawat mengenai riwayat jatuh yang pernah dialami pasien; I berarti identifikasi potensi bahaya atau risiko jatuh di sekitar lingkungan pasien; A berarti amankan lantai dari kondisi licin dan berbagai hambatan yang dapat menyebabkan pasien tersandung; G berarti ganti posisi perabotan dan barang-barang pasien agar mudah dijangkau; serta A berarti ajak pasien berdiskusi mengenai cara bergerak dan berpindah tempat secara aman.
Selain penyampaian materi, mahasiswa melakukan demonstrasi mengenai tindakan sederhana yang dapat dilakukan keluarga di ruang perawatan, seperti penggunaan pengaman tempat tidur (bed rail), penguncian roda tempat tidur pasien, serta pendampingan pasien saat melakukan mobilisasi, termasuk ketika menuju kamar mandi. Keluarga juga diberikan pemahaman mengenai kondisi yang perlu segera dilaporkan kepada petugas kesehatan, seperti perubahan perilaku secara tiba-tiba, pasien yang semakin lemah atau gelisah, pusing, maupun gangguan keseimbangan. Apabila pasien mengalami jatuh, keluarga diimbau untuk tetap tenang, tidak langsung membangunkan atau memindahkan pasien, segera memanggil perawat atau petugas kesehatan, mengamati kondisi pasien, serta mengikuti arahan tenaga kesehatan untuk mencegah risiko cedera yang lebih serius.
Pada akhir kegiatan, mahasiswa melakukan evaluasi sederhana untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta mampu menyebutkan faktor-faktor yang meningkatkan risiko jatuh, menjelaskan langkah pencegahan menggunakan metode “SIAGA”, serta menyebutkan tindakan yang tepat apabila pasien mengalami jatuh. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan perhatian dan antusiasme terhadap materi yang diberikan. Sesi diskusi dan tanya jawab juga memberikan kesempatan kepada keluarga untuk menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman selama mendampingi pasien di ruang perawatan.

Kegiatan PKRS ini menjadi salah satu bentuk implementasi kompetensi mahasiswa Profesi Ners FKp Unair dalam memberikan edukasi kesehatan secara profesional. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan keterampilan komunikasi terapeutik, promosi kesehatan, edukasi pasien dan keluarga, serta prinsip keselamatan pasien dalam lingkungan klinik. Melalui peningkatan pengetahuan dan keterlibatan aktif keluarga, risiko jatuh dan cedera pada pasien diharapkan dapat diminimalkan sehingga tercipta lingkungan perawatan yang lebih aman.
Kegiatan edukasi mengenai pencegahan risiko jatuh memiliki keterkaitan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu:
- SDGs 3: Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) — melalui upaya meningkatkan keselamatan pasien, mencegah cedera akibat jatuh, serta mendukung terciptanya pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas.
- SDGs 4: Quality Education (Pendidikan Bermutu) — melalui pemberian edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarga serta penerapan kompetensi mahasiswa Profesi Ners dalam pendidikan dan promosi kesehatan.
Pelaksanaan PKRS tentang pencegahan risiko jatuh menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran keluarga sebagai bagian dari tim perawatan pasien. Pengetahuan yang tepat, keterlibatan aktif keluarga, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan diharapkan dapat menciptakan lingkungan perawatan yang lebih aman dan menurunkan risiko jatuh pada pasien rawat inap. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga dalam mengintegrasikan pendidikan profesi dengan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan dan kebutuhan pasien.
Penulis: Prayudya Alqaira An Najwa





