Lewat Program “Reprocare”, Mahasiswa FKp Unair Edukasi Kebersihan Organ Reproduksi di SMAN 2 Surabaya

Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi

NERS NEWS—Masa remaja adalah masa penuh perubahan, mulai dari fisik dan hormon sampai emosi. Di tengah perubahan itu, ada satu hal yang sering luput dari perhatian: cara menjaga kebersihan alat reproduksi. Topik yang kerap dianggap tabu ini dibahas terbuka dan ramah remaja dalam Reprocare (Reproduction Care), kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga di SMA Negeri 2 Surabaya, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan ini digelar oleh Kelompok 3 Kelas A2 angkatan 2025 sebagai bagian dari program Project Based Learning (PjBL). Sasaran penyuluhan ini adalah siswa-siswi kelas 10 yang berkumpul di aula sekolah sejak pukul 07.00 WIB.

Dari Kebiasaan Sehari-hari hingga Risiko yang Sering Tak Disadari

Materi Reprocare berangkat dari hal-hal yang dekat dengan keseharian remaja. Kebiasaan seperti jarang mengganti pakaian dalam, salah cara membersihkan area kewanitaan maupun kelelakian, kurang menjaga kebersihan saat menstruasi, atau memakai produk pembersih dan pewangi secara berlebihan ternyata dapat memicu iritasi hingga infeksi. Kondisi area reproduksi yang cenderung lembap membuat kebersihan menjadi kunci.

Para pemateri membahas pentingnya personal hygiene pada organ reproduksi dan langkah merawatnya dengan benar. Agar tidak terasa seperti kuliah, materi dikemas dalam presentasi visual dan video edukasi yang sesuai dengan gaya remaja. Peserta juga diingatkan untuk tidak ragu mencari bantuan tenaga kesehatan bila mengalami keluhan atau perubahan yang tidak normal, serta mencari informasi dari sumber yang tepat.

Interaktif, Bukan Sekadar Mendengarkan

Sesi tanya jawab menjadi ruang peserta menggali hal-hal yang selama ini mungkin hanya disimpan sendiri. Suasana aula yang awalnya malu-malu perlahan mencair, dan para siswa mulai berani bertanya. Salah satu pertanyaan menyoroti peran makanan saat pubertas: “nutrisi apa yang baik untuk menunjang kesehatan reproduksi?” Pemateri menjelaskan bahwa zat besi membantu mencegah anemia akibat menstruasi, zinc mendukung kematangan seksual dan produksi hormon, lemak sehat seperti omega-3 menjadi bahan pembentuk hormon reproduksi, protein membantu memperbaiki jaringan, dan asam folat mendukung pembelahan sel. Semuanya bisa didapat dari makanan sehari-hari seperti bayam, ikan, telur, tahu, alpukat, dan sayuran hijau.

Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi

Pertanyaan lain tak kalah kritis: “apakah gaya hidup sehat, seperti rutin berolahraga dan menjaga pola makan, sudah menjamin seseorang terbebas dari penyakit reproduksi, dan bagaimana mengenali batasannya?” Pemateri menegaskan bahwa gaya hidup sehat memang menurunkan risiko, tetapi tidak menjamin sepenuhnya, sehingga siswa diingatkan untuk tidak ragu memeriksakan diri ke tenaga kesehatan bila muncul keluhan atau perubahan yang tidak biasa. Untuk menumbuhkan keberanian dan keaktifan, panitia menyiapkan penghargaan bagi peserta yang aktif bertanya, serta bagi peraih nilai evaluasi terbaik dan tercepat.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua Pelaksana, Ghania Kyla Al Hasbi; Dosen Pembimbing Dr. Candra Panji Asmoro, S.Kep., Ns., M.Kep., serta perwakilan SMA Negeri 2 Surabaya. Kegiatan ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan panitia.

Bukan Sekadar Tahu, tapi Mau Menerapkan

Reprocare mengusung prinsip promosi kesehatan Knowledge, Attitude, Practice (KAP). Remaja diharapkan tidak hanya tahu pentingnya menjaga kebersihan alat reproduksi, tetapi juga bersikap positif dan mau menerapkannya sehari-hari.

“Kami ingin teman-teman remaja tidak lagi merasa canggung membahas kebersihan alat reproduksi. Lewat Reprocare, kami berharap adik-adik SMA Negeri 2 bukan hanya paham, tetapi juga mau menerapkan kebiasaan bersih dan sehat setiap hari,” ujar Ketua Pelaksana, Ghania Kyla Al Hasbi.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi latihan menjalankan peran sebagai calon tenaga kesehatan, yaitu memberikan edukasi yang tepat, komunikatif, dan bertanggung jawab. Harapannya, siswa SMA Negeri 2 Surabaya tidak berhenti sebagai peserta, tetapi menjadi teladan hidup bersih dan sehat bagi teman sebaya dan keluarga.

Kegiatan ini dibimbing oleh Ira Suarilah, S.Kp., MSc., Ph.D. selaku penanggung jawab mata kuliah, bersama Dr. Candra Panji Asmoro, S.Kep., Ns., M.Kep., Neisya Pratiwindya Sudarsiwi, S.Kep., Ns., M.Kep., dan Dr. Mahfudli, S.Kep., M.Ked.Trop., MH, CMC.

Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi

Penulis: Eka Putri Rahmatul Candra (Kelompok 3 Kelas A2 Angkatan 2025)

Editor: Farah Dina Azizatul Aulia (Airlangga Nursing Journalist)