Surabaya – Tim Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (FKp Unair) menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bertajuk “Kenali Disleksia pada Anak, Pahami Gangguan Belajar dan Dukung Kesehatan Psikologisnya” di Ruang Poli Gangguan Belajar (Poli Keswara) RS Daerah Prof. Dr. Moeljono Surabaya pada Senin (19/10/2026). Kegiatan edukasi ini menyasar para orang tua dan keluarga penunggu pasien guna meningkatkan pemahaman serta kepedulian terhadap gangguan belajar spesifik pada anak sejak dini.
Dalam kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–09.30 WIB tersebut, para mahasiswa ners memaparkan materi secara komunikatif mengenai tinjauan gangguan belajar spesifik (Specific Learning Disorder/SLD) yang mencakup disleksia (kesulitan membaca), disgrafia (kesulitan menulis), dan diskalkulia (kesulitan berhitung), serta menekankan bahwa kondisi ini terjadi akibat variasi perkembangan saraf dan bukan disebabkan oleh kemalasan atau tingkat kecerdasan yang rendah. Selain itu, dipaparkan pula faktor risiko seperti riwayat keluarga dan kondisi kehamilan, ciri-ciri klinis, serta dampak psikologis jangka pendek maupun jangka panjang seperti kecemasan, penurunan rasa percaya diri, hingga risiko masalah kesehatan mental jika tidak ditangani secara tepat. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan oleh Kelompok D31.1 Stase Keperawatan Jiwa FKp Unair di bawah bimbingan dan arahan penuh dari Pembimbing Akademik FKp Unair, Prof. Dr. Ah. Yusuf S., S.Kp., M.Kes., serta Pembimbing Klinik Poli Keswara RS Daerah Prof. Dr. Moeljono, Mas’udah, S.Kep., Ns.
Pelaksanaan PKRS ini dilatarbelakangi oleh masih perlunya peningkatan pengetahuan masyarakat agar anak dengan gangguan belajar tidak disalahartikan sebagai anak yang malas atau kurang mampu. Penyuluhan ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya penanganan multidisipliner, meliputi pendekatan medis, psikologis, dan pendidikan, serta peran krusial keluarga dalam memberikan lingkungan belajar yang suportif di rumah. Langkah edukasi kesehatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 (Good Health and Well-Being) melalui penguatan kesehatan emosional dan psikologis anak, SDGs 4 (Quality Education) dengan mendorong pemahaman belajar yang inklusif, serta SDGs 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara institusi pendidikan keperawatan dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para orang tua dan keluarga dapat lebih peka dalam mengenali tanda-tanda gangguan belajar sejak dini serta mampu memberikan pendampingan yang positif tanpa memberikan label negatif kepada anak. Ke depan, kontribusi aktif civitas akademika FKp Unair dalam program promosi kesehatan rumah sakit diharapkan terus berlanjut guna mendukung tumbuh kembang dan kesehatan mental anak di Indonesia.
Penulis: Riska Amelia Nirina Ilham



