
NERS NEWS — Surabaya, 23 Oktober 2026 — Mahasiswa Kelompok D2 Stase Keperawatan Gerontik Program Studi Pendidikan Profesi Ners Angkatan 49 Ganjil 2026/2027 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) dengan tema pencegahan jatuh pada lansia di UPTD Griya Wreda Jambangan, Surabaya. Kegiatan ini dilakukan melalui demonstrasi dan praktik langsung untuk membantu lansia mengenali serta menerapkan cara menjaga keseimbangan dan melakukan mobilisasi dengan lebih aman dalam aktivitas sehari-hari.
Kegiatan TAK pencegahan jatuh dirancang secara interaktif melalui tiga demonstrasi utama. Demonstrasi pertama berupa latihan keseimbangan yang disesuaikan dengan kemampuan lansia. Demonstrasi kedua berfokus pada mobilisasi yang aman saat menggunakan toilet, termasuk perpindahan posisi dan pentingnya menjaga kestabilan tubuh. Demonstrasi ketiga berupa simulasi berjalan melalui jalur yang diberi penanda untuk memperkenalkan lansia pada potensi bahaya di lintasan serta pentingnya memperhatikan keamanan ketika berjalan.
Kegiatan dilaksanakan pada Jum’at, 23 Oktober 2026, di UPTD Griya Wreda Jambangan, Surabaya, sebagai bagian dari praktik Stase Keperawatan Gerontik. Sasaran kegiatan adalah lansia yang masih mampu melakukan mobilisasi secara mandiri maupun dengan bantuan alat, seperti tongkat atau walker. Pelaksanaan kegiatan melibatkan mahasiswa sebagai fasilitator dan demonstrator yang memberikan contoh gerakan serta mendampingi peserta selama mengikuti aktivitas sesuai kemampuan masing-masing.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan lansia dalam menjaga keseimbangan, melakukan perpindahan posisi dengan aman, serta mengenali potensi bahaya lingkungan yang dapat meningkatkan risiko jatuh. Melalui demonstrasi dan praktik langsung, lansia diharapkan dapat menerapkan kebiasaan yang lebih aman saat berjalan maupun melakukan aktivitas sehari-hari. Upaya ini juga menekankan pentingnya menyesuaikan aktivitas dengan kemampuan fisik lansia serta menggunakan alat bantu mobilisasi apabila diperlukan.
Pencegahan jatuh pada lansia memerlukan perhatian terhadap berbagai faktor, mulai dari kemampuan menjaga keseimbangan dan mobilitas hingga kondisi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, kegiatan TAK ini tidak hanya berfokus pada latihan fisik, tetapi juga memperkenalkan prinsip keselamatan ketika melakukan aktivitas sehari-hari. Pendekatan demonstrasi diharapkan dapat membantu lansia memahami langkah-langkah pencegahan jatuh melalui contoh yang konkret dan mudah diterapkan.
Kegiatan PKRS ini berkaitan dengan:
- SDGs 3: Good Health and Well-Being: melalui upaya promotif dan preventif untuk mendukung keselamatan, kesehatan, kemandirian, serta kualitas hidup lansia dengan meningkatkan kesadaran tentang pencegahan jatuh.
- SDGs 4: Quality Education: melalui pemberian pembelajaran kesehatan secara praktis dan partisipatif, sehingga lansia memperoleh pengetahuan serta keterampilan yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Melalui kegiatan TAK pencegahan jatuh di UPTD Griya Wreda Jambangan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga menerapkan peran perawat gerontik dalam mendukung keselamatan dan kemandirian lansia. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya latihan keseimbangan, mobilisasi yang aman, serta lingkungan yang mendukung pencegahan jatuh. Dengan demikian, upaya menjaga keselamatan lansia dapat menjadi bagian dari penerapan perawatan gerontik yang berorientasi pada kualitas hidup.
Penulis: Isna Zaidatul Husna


