Mahasiswa Ners Unair Gelar PKRS Latihan ROM untuk Pasien Stroke

NERS NEWS — Surabaya — Mahasiswa Program Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (Unair) menggelar kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bertema Latihan Rentang Gerak (Range of Motion/ROM) bagi pasien stroke dan keluarga pasien pada Jumat, 20 Februari 2026, di Ruang IRNA 5A Graha Trimed Rumah Sakit Universitas Airlangga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai Cerebrovascular Accident (CVA) serta pentingnya latihan ROM sebagai bagian dari rehabilitasi untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Kegiatan dilaksanakan melalui pemaparan materi, pembagian leaflet edukatif, demonstrasi langsung latihan ROM, serta sesi tanya jawab interaktif. Materi yang disampaikan meliputi definisi stroke, jenis-jenis CVA, faktor risiko, tanda dan gejala, hingga dampak yang dapat terjadi apabila tidak ditangani secara tepat. Selain itu, mahasiswa juga menjelaskan manfaat latihan ROM dalam mencegah kekakuan sendi, mempertahankan kekuatan otot, memperlancar sirkulasi darah, serta membantu proses pemulihan fungsi motorik pasien. Demonstrasi gerakan dilakukan secara sistematis pada ekstremitas atas dan bawah dengan pendampingan fasilitator agar peserta dapat memahami teknik yang benar dan aman.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok 7 Stase Praktik Keperawatan Dasar (PKD) Program Profesi Ners Fakultas Keperawatan Unair dan diikuti oleh 12 peserta yang terdiri atas pasien serta keluarga pasien. Penyuluhan berlangsung mulai pukul 08.40 WIB hingga selesai dengan pendampingan pembimbing akademik dan pembimbing klinik. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam mengikuti demonstrasi serta partisipasi dalam sesi tanya jawab.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kejadian stroke yang berisiko menyebabkan kecacatan jangka panjang apabila tidak disertai rehabilitasi dini. Latihan ROM menjadi salah satu intervensi sederhana namun efektif dalam mempertahankan mobilitas sendi dan mencegah kontraktur pada pasien stroke. Melalui edukasi ini, mahasiswa berharap keluarga pasien mampu berperan aktif dalam mendukung proses pemulihan secara berkelanjutan, baik selama masa perawatan di rumah sakit maupun setelah pasien kembali ke rumah.

Salah satu pemateri, Nurul Hidayah, menegaskan pentingnya peran keluarga dalam rehabilitasi pasien stroke. “Stroke memang tidak selalu dapat disembuhkan secara total, tetapi dengan latihan ROM yang rutin dan dilakukan dengan teknik yang benar, fungsi otot dan sendi dapat dipertahankan sehingga kualitas hidup pasien menjadi lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan PKRS ini merupakan bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3: Good Health and Well-Being melalui upaya promotif dan rehabilitatif di fasilitas pelayanan kesehatan, serta SDGs 4: Quality Education melalui implementasi pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa profesi keperawatan. Dengan kolaborasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit, kegiatan ini juga memperkuat sinergi dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Program Profesi Ners Fakultas Keperawatan Unair menunjukkan komitmen dalam mengintegrasikan pendidikan, pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan literasi kesehatan keluarga pasien serta berkontribusi nyata terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan.

Penulis: Rendra Wahyu Ismawan

Editor: Nandyta Putri Ramadhani (Airlangga Nursing Journalist)