
NERS NEWS – Mahasiswa Profesi Pendidikan Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga angkatan B27 melaksanakan kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) pada Jumat, 10 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang IRNA 6A Rumah Sakit Universitas Airlangga dengan sasaran pasien dan keluarga pasien yang menjalani perawatan di ruang tersebut.
PKRS mengangkat tema “Manajemen Ileus Paralitik dalam Mencegah Komplikasi dan Meningkatkan Pemulihan Pasien”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai kondisi ileus paralitik serta penanganan yang tepat untuk mendukung proses penyembuhan.
Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah dan diskusi interaktif dengan bantuan media edukasi berupa poster dan leaflet. Materi yang disampaikan meliputi pengertian ileus paralitik, penyebab dan faktor risiko, tanda dan gejala, komplikasi yang mungkin terjadi, serta manajemen perawatan dan nutrisi yang tepat.
PKRS berlangsung pada pukul 14.30 – 15.30 WIB dan diikuti oleh pasien serta keluarga pasien yang sedang menjalani perawatan di IRNA 6A. Selama kegiatan, mahasiswa dibimbing oleh Pembimbing Akademik Dr. Abu Bakar,S.Kep.,Ns.,M.Kep.,Sp.Kep.,MB. serta Pembimbing Klinik Ns.Rahmatul Fitriyah, S.Kep.,M.Kep.
Ileus paralitik merupakan kondisi gangguan peristaltik usus tanpa adanya sumbatan mekanis, yang menyebabkan penumpukan gas dan cairan di dalam usus. Kondisi ini dapat terjadi akibat efek pasca operasi, infeksi, gangguan elektrolit, maupun penggunaan obat-obatan tertentu. Gejala yang sering muncul antara lain perut kembung, nyeri perut, mual, muntah, tidak dapat buang air besar maupun flatus, serta penurunan nafsu makan.
Dalam kegiatan ini, peserta diberikan edukasi mengenai manajemen yang dapat dilakukan, seperti istirahat usus (puasa sementara sesuai anjuran medis), pemantauan tanda vital dan bising usus, mobilisasi dini secara bertahap, serta pentingnya menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit. Selain itu, keluarga juga diedukasi untuk mengenali tanda bahaya seperti muntah berulang, perut semakin distensi, atau tidak adanya perbaikan kondisi, sehingga dapat segera melaporkan kepada tenaga kesehatan.
Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta menunjukkan ketertarikan dengan mengajukan pertanyaan terkait perawatan dan pencegahan komplikasi ileus paralitik di rumah sakit maupun setelah pulang.





