Wujud Kepedulian Mahasiswa Keperawatan Unair dalam Terapi Halusinasi di RS Menur Surabaya

NERS NEWS — (Selasa, 7/4/2026) – Mahasiswa Praktik Klinik Keperawatan Universitas Airlangga kelas A3 kelompok A8 angkatan 2023 melaksanakan kegiatan Praktik Klinik Keperawatan (PKK) jiwa di Rumah Sakit Menur Surabaya pada minggu ke-5 (9–13 Maret 2026) dan minggu ke-6 (6–10 April 2026). Kegiatan ini meliputi orientasi, asuhan keperawatan, Terapi Aktivitas Kelompok (TAK), serta penyuluhan kesehatan (PKRS) dengan fokus pada penanganan pasien dengan gangguan halusinasi guna meningkatkan kualitas hidup dan kemampuan interaksi sosial pasien.

Selama praktik berlangsung, mahasiswa melakukan berbagai intervensi keperawatan jiwa secara langsung, seperti pemeriksaan tanda-tanda vital (TTV), pengkajian kondisi pasien, pendampingan aktivitas harian, serta komunikasi terapeutik melalui interaksi dan observasi. Selain itu, mahasiswa juga melaksanakan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) menggunakan metode permainan bola bicara yang bertujuan melatih konsentrasi, komunikasi, dan kemampuan sosial pasien dengan halusinasi. Kegiatan ini dikombinasikan dengan teknik perkenalan diri dan deskripsi gambar sebagai bentuk stimulasi kognitif sekaligus distraksi dari halusinasi.

Pada minggu ke-6, mahasiswa turut memberikan penyuluhan kesehatan (PKRS) dengan topik “Sehat Jiwa Tanpa Halusinasi” menggunakan media poster serta demonstrasi teknik pengendalian halusinasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Kenari dan Ruang Kenari 2 Rumah Sakit Menur Surabaya, dengan Terapi Aktivitas Kelompok dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026, serta penyuluhan kesehatan pada Selasa, 7 April 2026, dengan sasaran pasien gangguan jiwa yang mengalami halusinasi.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam mengenali dan mengontrol halusinasi melalui pendekatan edukatif dan terapeutik. Terapi aktivitas kelompok membantu pasien mengalihkan perhatian dari stimulus internal ke lingkungan nyata, meningkatkan interaksi sosial, serta mengurangi perilaku menarik diri. Sementara itu, penyuluhan kesehatan bertujuan meningkatkan pengetahuan pasien mengenai halusinasi, termasuk tanda dan gejala serta cara pengendaliannya secara mandiri. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Pembimbing klinik, Bapak Abdul Rachman, menyampaikan bahwa kegiatan PKK ini memberikan manfaat besar bagi mahasiswa. Beliau mengatakan bahwa mahasiswa yang melaksanakan PKK di RS Menur dapat memperoleh banyak ilmu dan keterampilan, serta diharapkan mampu membentuk sikap profesional dengan tidak memandang rendah orang dengan gangguan jiwa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman klinik yang komprehensif, tetapi juga berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bentuk sinergi antara pendidikan dan praktik klinik dalam mendukung pencapaian SDGs serta peningkatan derajat kesehatan mental masyarakat.

Penulis : Carmine Adiratna Fatish

Editor : Eva Khoirunnisa Adinta (Airlangga Nursing Journalist)