
NERS NEWS — Surabaya, 2 Oktober 2026 – Mahasiswa Praktik Profesi Pendidikan Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dengan tema “Aman Bergerak, Pulih Optimal: Mobilisasi pada Pasien Post ORIF” di Ruang Poli Bedah Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarga pasien mengenai pentingnya pemulihan fungsi gerak serta pelaksanaan aktivitas fisik yang aman secara bertahap setelah menjalani operasi Open Reduction and Internal Fixation (ORIF). Berdasarkan hasil pengamatan selama masa praktik di Poli Bedah, pasien pascaoperasi ORIF sering mengalami keterbatasan aktivitas akibat timbulnya rasa nyeri, pembengkakan, kelemahan otot, hingga rasa takut untuk bergerak. Kondisi tersebut berisiko memicu penurunan fungsi fisik jika pasien cenderung membatasi pergerakan secara berlebihan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pengertian tindakan ORIF, pentingnya mobilisasi pascaoperasi, manfaat latihan gerak, serta tahapan mobilisasi yang perlu disesuaikan dengan izin dan instruksi tenaga kesehatan. Edukasi juga menekankan pentingnya mengenali batasan aktivitas, proteksi terhadap hasil operasi, kontrol nyeri, serta tanda bahaya maupun kondisi yang mengharuskan pasien menghentikan mobilisasi untuk segera dilaporkan kepada tim medis
Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan PKRS ini turut dilengkapi dengan demonstrasi contoh latihan mobilisasi mandiri yang aman, salah satunya gerakan memompa pergelangan kaki (ankle pump) untuk membantu melancarkan sirkulasi darah dan mencegah komplikasi pembekuan darah. Peserta dipandu untuk memahami tahapan pergerakan secara bertahap, mulai dari latihan di tempat tidur, posisi duduk, hingga persiapan berdiri dan berjalan menggunakan alat bantu.
Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, brainstorming, demonstrasi, tanya jawab, serta teach-back. Pendekatan interaktif ini diterapkan agar peserta dan keluarga dapat memahami materi secara memadai serta tidak canggung maupun ragu dalam mendampingi proses pemulihan fisik di rumah.
Melalui kegiatan ini, pasien dan keluarga diharapkan mampu memahami cara melakukan mobilisasi secara bertahap dan aman sesuai kondisi. Peran keluarga juga sangat diharapkan dalam memberikan dukungan emosional, membantu pemenuhan kebutuhan instrumental, mengingatkan jadwal latihan, serta mendampingi pasien selama masa pemulihan pascaoperasi.
Penulis: Norman Nafi Ramadhani





