Mahasiswa Profesi Ners Universitas Airlangga Laksanakan TAK Stimulasi Persepsi Halusinasi Melalui Permainan Bola Estafet Musik di Ruang Jatayu 

NERS NEWS – Sebagai bentuk implementasi praktik berbasis evidence-based nursing, mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Stimulasi Persepsi Halusinasi Sesi 1-4 di Ruang Jatayu Rumah Sakit Daerah Prof. Dr. Moeljono Surabaya. Melalui media permainan “Bola Estafet Musik”, kegiatan ini menghadirkan suasana terapi yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan untuk membantu pasien meningkatkan kemampuan mengenali serta mengontrol halusinasi melalui teknik menghardik halusinasi, bercakap-cakap dengan orang lain, dan melakukan aktivitas terjadwal. 

Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Stimulasi Persepsi Halusinasi dilaksanakan dalam empat sesi yang terbagi selama dua hari. Sesi 1 dan 2 dilaksanakan pada 7 Juli 2026, sedangkan Sesi 3 dan 4 dilaksanakan pada 10 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh pasien dengan gangguan persepsi sensori di Ruang Jatayu Rumah Sakit Daerah Prof. Dr. Moeljono Surabaya, dengan pendampingan mahasiswa Profesi Ners Kelompok 2 Kenari sebagai fasilitator.

Pada setiap pertemuan, kegiatan diawali dengan orientasi yang meliputi salam terapeutik, perkenalan, kontrak waktu, penyampaian tujuan, serta penjelasan aturan selama terapi berlangsung. Suasana kelompok dibangun agar pasien merasa nyaman, aman, dan termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam setiap rangkaian kegiatan.

Sebagai media terapi, mahasiswa menggunakan permainan Bola Estafet Musik”. Selama musik diputar, peserta secara bergantian mengoper bola kepada anggota kelompok lainnya. Ketika musik berhenti, peserta yang sedang memegang bola diminta untuk maju ke depan memperkenalkan diri, dan menceritakan pengalaman halusinasi yang dialaminya, peserta juga mempraktikkan cara bercakap-cakap dengan peserta lain sebagai salah satu teknik untuk membantu mengontrol halusinasi. 

Selama empat sesi, pasien mempelajari cara mengenali halusinasi, menghardik halusinasi, bercakap-cakap dengan orang lain, serta menyusun kegiatan terjadwal sebagai upaya mengurangi munculnya halusinasi. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, ditandai dengan keaktifan dalam mengikuti permainan dan keberanian mempraktikkan setiap teknik yang diajarkan.

Melalui pelaksanaan TAK ini, diharapkan pasien mampu meningkatkan kemampuan mengenali dan mengontrol halusinasi secara mandiri sehingga dapat mendukung proses pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Pelaksanaan TAK menjadi salah satu bentuk upaya promotif, preventif, dan rehabilitatif dalam pelayanan kesehatan jiwa yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup pasien dengan gangguan mental. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung peningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan jiwa yang berkualitas melalui penerapan intervensi keperawatan berbasis terapi kelompok.

Pelaksanaan Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi Halusinasi Sesi 1–4 melalui permainan “Bola Estafet Musik” memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi pasien dalam mengenali dan mengontrol halusinasi. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari program rehabilitasi keperawatan jiwa sehingga pasien mampu mempertahankan kemampuan yang telah diperoleh dan meningkatkan kualitas hidupnya. 

Penulis : Maulidyah Dwi Sukma Anggraeni (Kelompok 2 Jatayu)

Editor: Raffa Nadiya Primatiana (Airlangga Nursing Journalist)