
NERS NEWS – Mahasiswa Kelompok 6 Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Angkatan 2026 mengadakan kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di RS Universitas Airlangga. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 26 Februari 2026 di Ruang Kemoterapi Lantai 5, Instalasi Onkologi Terpadu (IOT), dengan sasaran pasien kanker dan tumor.
PKRS kali ini mengangkat tema “Merajut Ketenangan di Tengah Perjuangan: Meditasi dan Relaksasi Afirmatif bagi Pejuang Kanker dan Tumor.” Kegiatan ini bertujuan membantu pasien memahami serta mempraktikkan teknik meditasi mindfulness dan afirmasi positif sebagai upaya meningkatkan ketenangan, mengurangi stres dan kecemasan, serta mendukung proses pengobatan yang sedang dijalani.
Dalam penyuluhan, mahasiswa menjelaskan bahwa meditasi mindfulness merupakan teknik memusatkan perhatian pada momen saat ini (present moment awareness) tanpa memberikan penilaian terhadap pikiran maupun perasaan yang muncul. Sementara itu, relaksasi afirmatif positif adalah teknik nonfarmakologis yang mengombinasikan latihan relaksasi dengan pengucapan kalimat-kalimat positif untuk memperkuat keyakinan diri dan membentuk pola pikir yang lebih adaptif terhadap stres.
Berbagai manfaat dari meditasi mindfulness dan afirmasi positif juga dipaparkan, di antaranya menurunkan kecemasan dan stres, meningkatkan regulasi emosi, membantu pengendalian nyeri, mengurangi ketegangan otot, meningkatkan kualitas tidur, hingga mendukung sistem imun tubuh. Kondisi mental yang lebih stabil dan positif dinilai berperan penting dalam menunjang keberhasilan terapi dan proses pemulihan pasien kanker.
Selain pemaparan materi, mahasiswa juga memandu peserta mempraktikkan langkah-langkah meditasi sederhana, yaitu:
- Memposisikan tubuh senyaman mungkin (duduk atau berbaring rileks).
- Menarik napas dalam melalui hidung dan menghembuskannya perlahan melalui mulut dengan hitungan teratur.
- Memusatkan perhatian pada pernapasan dan sensasi tubuh.
- Mengucapkan afirmasi positif dalam hati seperti, “Saya kuat, saya sehat, dan tubuh saya sedang berusaha untuk pulih.”
- Mengakhiri sesi dengan napas dalam dan menanamkan keyakinan diri.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Peserta terlihat antusias dan aktif berdiskusi mengenai cara mengatasi rasa cemas saat menjalani kemoterapi. Media edukasi berupa leaflet dan poster turut digunakan untuk memudahkan pemahaman dan dapat dipelajari kembali secara mandiri.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ketiga, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua usia, khususnya dalam aspek kesehatan mental dan dukungan psikososial bagi pasien penyakit kronis.
Anggun selaku penyaji dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa dukungan emosional memiliki peran besar dalam proses penyembuhan. “Ketenangan pikiran dapat membantu pasien menjalani pengobatan dengan lebih kuat dan optimis. Melalui latihan mindfulness dan afirmasi positif yang sederhana, kami berharap pasien mampu mengelola stres dan kecemasan secara mandiri sehingga dapat menjalani proses pengobatan dengan lebih tenang, percaya diri, dan penuh harapan,” ujarnya.
Penyuluhan ini didampingi oleh pembimbing klinik ruang IOT RSUA yaitu ners Suroso Wibowo, S.Kep., Ns. Dengan adanya kegiatan PKRS ini, diharapkan pasien mampu menerapkan teknik meditasi dan relaksasi afirmatif secara mandiri sehingga tercipta suasana perawatan yang lebih tenang, suportif, dan penuh harapan di tengah perjuangan melawan kanker.
Penulis: Fitriana
Editor : Eva Khoirunnisa Adinta (Airlangga Nursing Journalist)




