Waspada Demam Berdarah pada Anak, Mahasiswa Profesi Ners Unair Gelar Edukasi Kesehatan bagi Keluarga di Poli Anak RSUA

NERS NEWS — Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan di Indonesia, terutama pada anak-anak. Kurangnya pengetahuan keluarga mengenai cara penularan, tanda bahaya, serta penanganan awal DBD dapat menyebabkan keterlambatan dalam memperoleh pertolongan medis dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) mengenai Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Kamis, 2 Juli 2026 di Poli Anak Rumah Sakit Universitas Airlangga. Kegiatan ini ditujukan kepada keluarga pasien sebagai langkah promotif dan preventif agar mampu mengenali gejala DBD sejak dini serta melakukan pencegahan secara tepat di lingkungan rumah.

Kegiatan PKRS dikemas secara komunikatif dan interaktif melalui metode ceramah serta diskusi dua arah dengan dukungan media edukasi berupa PowerPoint, poster, dan leaflet yang menggunakan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami oleh peserta. Materi yang disampaikan meliputi pengertian Demam Berdarah Dengue (DBD), penyebab dan cara penularan penyakit, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, fase kritis dan tanda bahaya DBD pada anak, penanganan awal ketika anak mengalami demam, serta upaya pencegahan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menerapkan gerakan 3M Plus sebagai langkah efektif dalam memutus rantai penularan.

Penyuluhan ini dilaksanakan oleh Mahasiswa Profesi Ners Angkatan B27 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga dengan pendampingan pembimbing akademik Prof. Dr. Yuni Sufyanti Arief, S.Kep., M.Kep. serta pembimbing klinik Deasy Nusiyanti, S.Kep., Ns. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 2 Juli 2026 di Poli Anak Rumah Sakit Universitas Airlangga dan diikuti oleh keluarga pasien yang sedang mendampingi anak menjalani pemeriksaan maupun pengobatan.

Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya deteksi dini Demam Berdarah Dengue serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan selama sesi diskusi dan tanya jawab. Beberapa peserta mampu menjelaskan kembali tanda bahaya DBD dan upaya pencegahan yang telah dipaparkan, menunjukkan bahwa materi dapat diterima dengan baik dan memberikan manfaat bagi peserta.

Kegiatan PKRS mengenai Demam Berdarah Dengue (DBD) sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs), antara lain:

  • SDGs 3: Good Health and Well-Being, melalui upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan penyakit menular pada anak.
  • SDGs 4: Quality Education, melalui pemberian edukasi kesehatan yang sistematis, mudah dipahami, dan aplikatif bagi pasien serta keluarga.

Kegiatan PKRS berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran keluarga dalam mengenali gejala Demam Berdarah Dengue sejak dini, memahami pentingnya penanganan yang tepat, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat melalui pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan sekitar. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat, diharapkan angka kejadian serta komplikasi akibat DBD pada anak dapat terus ditekan.

Penulis: Mohammad Chandra Dwi P.H