Mahasiswa Praktik Klinik Keperawatan Unair Gelar Edukasi “Cegah Preeklamsia”di Rumah Sakit Universitas Airlangga

NERS NEWS — Mahasiswa Praktik Klinik Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga yang tergabung dalam Kelompok A8 Kelas A1 menyelenggarakan kegiatan penyuluhan kesehatan bertajuk “Cegah Preeklamsia” bagi pasien dan keluarga pasien di IRNA 5 OBGYN Rumah Sakit Universitas Airlangga pada Jumat, 8 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kewaspadaan, serta perilaku pencegahan terhadap preeklamsia sebagai salah satu komplikasi kehamilan yang berisiko bagi ibu dan janin.

Kegiatan penyuluhan dilaksanakan melalui metode ceramah dan sesi tanya jawab dengan menggunakan media slide show serta leaflet edukatif. Materi yang disampaikan meliputi definisi preeklamsia, penyebab dan faktor risiko, tanda dan gejala, bahaya bagi ibu dan janin, langkah pencegahan, hingga edukasi mengenai kapan ibu hamil perlu segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan. Selain itu, peserta juga mengikuti sesi pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman setelah penyuluhan berlangsung.

Penyuluhan diikuti oleh pasien serta keluarga pasien di ruang IRNA 5 OBGYN Rumah Sakit Universitas Airlangga dengan melibatkan mahasiswa keperawatan sebagai pemateri, moderator, operator, dan dokumenter kegiatan. Kegiatan berlangsung selama satu jam, mulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Penyuluhan ini diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa keperawatan dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya mengenai deteksi dini dan pencegahan preeklamsia. Edukasi kesehatan dinilai penting karena preeklamsia dapat menyebabkan komplikasi serius seperti eklamsia, gangguan fungsi organ, hingga risiko kelahiran prematur pada bayi. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengenali tanda bahaya kehamilan sejak dini, meningkatkan kepatuhan pemeriksaan kehamilan, serta menerapkan gaya hidup sehat selama masa kehamilan dan nifas.

“Penyuluhan kesehatan mengenai preeklamsia merupakan langkah preventif yang penting untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil dan keluarga terhadap risiko komplikasi kehamilan. Edukasi yang tepat diharapkan dapat membantu deteksi dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan optimal,” ujar perwakilan mahasiswa penyelenggara kegiatan penyuluhan.

Kegiatan penyuluhan “Cegah Preeklamsia” ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 3: Good Health and Well-Being atau Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Melalui edukasi mengenai deteksi dini, pencegahan, dan penanganan awal preeklamsia, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran serta perilaku hidup sehat pada ibu hamil dan keluarga. Upaya promotif dan preventif tersebut diharapkan mampu menurunkan risiko komplikasi kehamilan serta meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga diharapkan mampu meningkatkan peran aktif dalam pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan. Edukasi mengenai preeklamsia tidak hanya meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga, tetapi juga menjadi upaya preventif dalam menurunkan risiko komplikasi kehamilan serta mendukung tercapainya kualitas kesehatan maternal yang lebih baik.

Penulis: Afifah Alfina Hadi