
NERS NEWS — Mahasiswa Praktik Klinik Keperawatan (PKK) Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan jiwa mengenai kecemasan, teknik butterfly hug, serta terapi aktivitas kelompok (TAK) menggambar pada Selasa, 2 Juni 2026 di Barak A Liponsos Keputih Surabaya. Kegiatan ini bertujuan membantu peserta mengenali, mengelola kecemasan, serta mengekspresikan emosi melalui pendekatan terapeutik yang sederhana dan aplikatif.
Kegiatan diawali dengan sesi penyuluhan mengenai kecemasan. Pemateri menjelaskan bahwa kecemasan merupakan respons emosional berupa rasa takut, khawatir, dan tegang yang dapat memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis seseorang. Peserta diajak mengenali tanda dan gejala kecemasan seperti gelisah, sulit berkonsentrasi, hingga gangguan tidur. Selain itu, dijelaskan pula berbagai faktor penyebab kecemasan baik dari dalam diri maupun lingkungan. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui metode ceramah dan tanya jawab sehingga peserta dapat memahami materi secara bertahap.
Memasuki sesi berikutnya, pemateri memperkenalkan teknik butterfly hug sebagai salah satu metode sederhana untuk mengatasi kecemasan. Teknik ini dijelaskan sebagai bentuk self-soothing yang dilakukan dengan menyilangkan tangan di dada dan menepuk secara bergantian secara ritmis sambil mengatur pernapasan. Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga langsung mengikuti demonstrasi yang dipandu oleh fasilitator. Suasana menjadi lebih tenang ketika peserta mulai mempraktikkan teknik tersebut secara bersama-sama. Banyak peserta tampak lebih rileks setelah beberapa kali melakukan gerakan butterfly hug, menunjukkan bahwa teknik ini efektif membantu menenangkan diri.
Setelah sesi relaksasi, kegiatan dilanjutkan dengan terapi aktivitas kelompok (TAK) berupa menggambar sebagai media ekspresi emosi. Setiap peserta diberikan kertas dan alat gambar, kemudian diminta menggambar bebas sesuai dengan apa yang mereka rasakan atau pikirkan saat itu. Suasana kegiatan menjadi lebih hangat dan personal, di mana peserta terlihat fokus dan menikmati proses menggambar. Setelah selesai, sesi dilanjutkan dengan kegiatan berbagi cerita. Secara bergiliran, setiap peserta diminta untuk menjelaskan makna dari gambar yang telah dibuat. Beberapa peserta menggambarkan pengalaman hidup, perasaan sedih, harapan, hingga hal-hal yang membuat mereka bahagia.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa praktik klinik sebagai moderator, pemateri, fasilitator, dan dokumentator yang mendampingi peserta selama seluruh rangkaian acara. Kegiatan ini menjadi momen reflektif yang membantu peserta mengungkapkan emosi yang sebelumnya sulit disampaikan secara verbal. Fasilitator memberikan apresiasi dan dukungan positif terhadap setiap cerita yang disampaikan, sehingga peserta merasa dihargai dan lebih percaya diri.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan peserta dalam mengenali serta mengelola kecemasan secara mandiri. Kombinasi antara edukasi, teknik relaksasi butterfly hug, dan terapi menggambar memberikan pendekatan holistik dalam menjaga kesehatan mental. Kegiatan ini sejalan dengan upaya mendukung SDGs 3 (Good Health and Well-Being) dalam meningkatkan kesehatan mental masyarakat serta SDGs 4 (Quality Education) melalui edukasi kesehatan yang aplikatif dan partisipatif.
Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Peserta tidak hanya memahami konsep kecemasan dan teknik butterfly hug, tetapi juga mampu mempraktikkannya serta mengekspresikan emosi melalui media gambar. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang serta mendorong peserta untuk lebih mandiri dalam menjaga kesehatan mental mereka.
Penulis: Almaeda Verga Wisnawinata





