Manajemen Nyeri dan Kecemasan pada Pasien Kemoterapi: Kelompok 13 Stase Medikal Bedah Mahasiswa Profesi Ners Unair Melakukan Edukasi Kesehatan

NERS NEWS — Surabaya, 27 Agustus 2026 — Kelompok 13 Stase Profesi Keperawatan Medikal Bedah Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai Manajemen Nyeri dan Kecemasan pada Pasien Kemoterapi bagi pasien dan keluarga pasien di Ruang IOT Rumah Sakit Universitas Airlangga, Jumat (27/8/2026). Kegiatan yang diikuti oleh enam peserta ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman pasein dan keluarga mengenai pentingnya mengelola nyeri dan kecemasan selama menjalani kemoterapi.

Kegiatan penyuluhan dilaksanakan secara terpusat di area ruang IOT lantai 5 dan dipandu oleh Najma Faradisa Sufyan sebagai Master of Ceremony (MC). Materi mengenai manajemen nyeri dan kecemasan pada pasien kemoterapi disampaikan oleh Irna Savira dan Puji Tri Purnaningsih sekaligus menjelaskan bagaimana cara teknik relaksasi napas dalam yang benar kepada peserta. Kegiatan menggunakan metode penyuluhan dan demonstrasi sehingga peserta dapat memperoleh penjelasan sekaligus melihat secara langsung.

Dalam penyuluhan dijelaskan bahwa nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang bersifat subjektif. Peserta diberikan edukasi mengenai cara mengenali nyeri menggunakan metode PQRST, meliputi faktor pencetus atau pereda nyeri, karakteristik, lokasi dan penjalaran, intensitas, serta waktu terjadinya nyeri. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai kecemasan, meliputi pengertian serta tanda dan gejalanya, seperti rasa takut, khawatir, gelisah, peningkatan frekuensi nadi dan pernapasan, serta ketegangan otot.

Peserta juga diperkenalkan dengan teknik relaksasi napas dalam sebagai salah satu metode nonfarmakologis untuk membantu mengurangi nyeri dan kecemasan. Pemateri mendemonstrasikan teknik tersebut dengan mengatur posisi nyaman, menarik napas perlahan melalui hidung, menahan napas secara singkat sesuai toleransi, kemudian menghembuskannya perlahan melalui mulut. Teknik dilakukan beberapa kali hingga pasien merasa lebih rileks.

Melalui kegiatan ini, pasien dan keluarga diharapkan mampu mengenali nyeri dan tanda-tanda kecemasan serta menerapkan teknik relaksasi napas dalam secara tepat sebagai upaya meningkatkan kenyamanan selama menjalani kemoterapi. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa Profesi Ners dalam meningkatkan literasi kesehatan pasien dan keluarga.

Penulis: Cici Yulia