
NERS NEWS — Surabaya – Mahasiswa Praktik Profesi Pendidikan Ners Kelompok 3 stase keperawatan komunitas gelombang 2, sukses melaksanakan kegiatan promosi kesehatan. Kegiatan ini berlangsung di Puskesmas Kalijudan Surabaya. Tema yang diangkat adalah “SENADI (Senam Kaki Diabetes untuk Mencegah Neuropati)” sebagai upaya nyata dalam mencegah komplikasi kerusakan saraf dan pembuluh darah akibat kadar glukosa yang tinggi.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC Fianita Fitri Sa’idah yang memandu jalannya acara serta sesi interaksi dengan audiens. Penyampaian materi inti dilakukan oleh Aulia Fachrun Nisa’ dan Dita Rusiana dengan fokus pada pencegahan komplikasi neuropati. Materi yang dipaparkan mencakup:
- Pengertian Diabetes Melitus: Penyakit yang terjadi akibat gangguan pada pankreas yang tidak dapat menghasilkan insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh atau ketidakmampuan dalam memecah insulin.
- Gejala Awal Kerusakan Saraf: Tanda-tanda yang perlu diwaspadai seperti rasa terbakar, kesemutan, ditusuk-tusuk, dan tebal di kaki, kelemahan otot hingga gangguan berjalan, serta tubuh yang tidak seimbang dan mudah jatuh.
- Tujuan Senam Kaki Diabetes: Edukasi mengenai manfaat senam untuk membantu sirkulasi darah pada kaki, mencegah kelainan bentuk kaki, mengurangi nyeri, mengurangi kerusakan saraf, dan mengontrol gula darah.
- Langkah-langkah Praktis Senam Kaki: Latihan fisik mulai dari posisi duduk, gerakan mengangkat dan memutar tumit serta jari kaki, menulis angka di udara dengan kaki, hingga latihan merobek dan membentuk bola dari sehelai koran menggunakan kedua kaki.
Edukasi ini dilakukan dengan media informasi leaflet untuk memudahkan peserta memahami prosedur senam kaki diabetes secara visual dan mempraktikkannya langsung.
Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pencegahan komplikasi diabetes sejak dini.
Selama kegiatan berlangsung, suasana sangat interaktif dan kondusif. Peserta terlihat antusias, terutama saat sesi simulasi langkah-langkah senam kaki menggunakan media koran. Seluruh anggota Kelompok 3 menjalankan tugasnya dengan baik sehingga acara berjalan tertib.
Melalui penyuluhan ini, diharapkan pasien dan keluarga memiliki kemandirian dan kesadaran untuk rutin melakukan senam kaki diabetes di rumah, sehingga peredaran darah pada kaki tetap lancar dan risiko neuropati diabetik dapat ditekan secara optimal.
Penulis: Aulia Fachrun Nisa’





