Edukasi Kepatuhan Pembatasan Cairan dalam Mencegah Terjadinya Hipertensi Intradialitik pada Pasien Hemodialisis di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Universitas Airlangga

NERS NEWS — Mahasiswa program studi Pendidikan Profesi Ners angkatan 49 periode ganjil 2026/2027 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga sukses menggelar kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) pada Jumat (11/09/2026). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dengan mengangkat topik “Edukasi Kepatuhan Pembatasan Cairan dalam Mencegah Terjadinya Hipertensi Intradialitik pada Pasien Hemodialisis.”

Kegiatan yang berlangsung selama 60 menit ini diinisiasi oleh Kelompok 1 Angkatan 49 di bawah bimbingan dosen pembimbing akademik Dr. Ika Yuni Widyawati, S.Kep.Ns., M.Kep., Ns.Sp.Kep.MB. dan pembimbing klinik Erna Kustiyaningsih, S.Kep., Ns. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada pasien hemodialisis (HD) serta keluarga penunggu mengenai pentingnya mengontrol cairan guna mencegah hipertensi intradialitik yaitu fenomena peningkatan tekanan darah paradoks yang terjadi selama atau segera setelah proses dialisis berlangsung.

Acara diawali pada pukul 10.00 WIB oleh Andini Irdiana Putri, S.Kep. selaku moderator yang membuka jalannya kegiatan, memperkenalkan anggota tim ners muda, serta menyampaikan tujuan pembelajaran. Sesi materi disajikan secara jelas dan komunikatif oleh tim penyaji, Aqso Al Falistin, S.Kep. dan Nonie Decyeka, S.Kep. Dalam pemaparannya, penyaji menjelaskan bahwa salah satu pemicu utama hipertensi intradialitik adalah kelebihan volume cairan (volume overload) akibat kurangnya kepatuhan pasien dalam membatasi asupan harian. Penarikan cairan yang signifikan oleh mesin dialisis pada kondisi cairan tubuh berlebih dapat mengaktifkan sistem saraf simpatis berlebihan dan sistem Renin-Angiotensin-Aldosterone (RAAS), yang pada akhirnya memicu lonjakan tekanan darah.

“Banyak pasien yang belum menyadari bahwa cairan tidak hanya berasal dari air minum biasa, tetapi juga mencakup makanan berkuah, es, jus, susu, hingga buah-buahan tinggi kadar air. Jika asupan ini tidak dikontrol, beban kerja jantung dan pembuluh darah akan meningkat drastis saat proses cuci darah,” terang tim penyaji di hadapan peserta.

Untuk mempermudah pemahaman, tim ners muda juga membagikan leaflet dan memanfaatkan poster informatif yang memuat tips praktis mengurangi rasa haus harian. Beberapa langkah sederhana yang diajarkan antara lain rutin menjaga kebersihan mulut dan berkumur, menggunakan kompres dingin, mengisap balok es kecil yang tetap dihitung dalam jatah cairan harian, serta mengonsumsi permen rasa daun mint.

Kegiatan diakhiri dengan evaluasi pemahaman peserta oleh moderator, penyerahan reward bagi peserta aktif, serta sesi foto bersama yang didokumentasikan oleh Sabrina Restu Maharani, S.Kep. di bawah observasi jalannya acara oleh Kurnianingtyas Novikasari M., S.Kep. Melalui edukasi ini, diharapkan pasien dan keluarga dapat menerapkannya secara mandiri di rumah sehingga risiko komplikasi kardiovaskuler akibat hipertensi intradialitik dapat ditekan.

Penulis: Andini Irdiana Putri