
NERS NEWS — Kelompok 1 Stase Keperawatan Komunitas Keluarga Gelombang 2 menggelar penyuluhan kesehatan tentang tuberkulosis di Puskesmas Kalijudan. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 7 September 2026, mulai pukul 08.00 WIB di ruang tunggu puskesmas. Penyuluhan ini menyasar pasien dan keluarga pasien yang berkunjung ke Puskesmas Kalijudan. Kelompok mahasiswa Program Pendidikan Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga ini menyelenggarakan kegiatan sebagai bagian dari praktik stase keperawatan komunitas keluarga. Tim menggunakan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab, juga membagikan leaflet sebagai media edukasi.
Amanda Ayu Rizqianingrum bertindak sebagai moderator acara. Ia membuka kegiatan dan memperkenalkan tim penyuluh. Anindiya Putri Rahmawati dan Nisa Aulia Ibadillah menjadi pemateri utama. Keduanya menjelaskan pengertian, faktor risiko, dan cara penularan tuberkulosis kepada peserta. Pemateri juga memaparkan tanda dan gejala tuberkulosis. Penyuluhan ini menekankan pentingnya deteksi dini dan pengobatan yang teratur. Batuk berdahak lebih dari dua minggu menjadi gejala utama yang perlu diwaspadai. Gejala lain meliputi demam ringan, keringat malam, dan penurunan berat badan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat aktif mengikuti jalannya penyuluhan. Peserta menyimak penjelasan pemateri dengan seksama dari awal hingga akhir sesi. Peserta juga aktif dalam sesi tanya jawab. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan seputar gejala TB, cara penularan, dan langkah pencegahan di rumah tangga. Fasilitator membantu mengarahkan diskusi agar setiap pertanyaan peserta terjawab dengan jelas.
Tujuan penyuluhan mengajarkan etika batuk yang benar kepada peserta. Mahasiswa Ners mendemonstrasikan cara menutup mulut saat batuk dan pentingnya penggunaan masker. Peserta kemudian mempraktikkan kembali teknik batuk efektif sesuai demonstrasi yang diberikan. Selain itu, tim juga mengajarkan cuci tangan 6 langkah sebagai upaya mencegah penularan bakteri TB. Peserta mempraktikkan langkah-langkah cuci tangan ini secara langsung di bawah bimbingan fasilitator. Praktik ini bertujuan agar peserta dapat menerapkan kebiasaan tersebut di kehidupan sehari-hari, terutama saat merawat anggota keluarga yang menderita TB.
Kegiatan berlangsung selama 30 menit. Peserta antusias mengikuti sesi tanya jawab di akhir acara. Banyak peserta bertanya tentang cara mencegah penularan TB di lingkungan rumah tangga. Fasilitator dari kelompok mahasiswa membantu jalannya diskusi. Peserta aktif bertanya selama sesi berlangsung. Observer mencatat jalannya kegiatan untuk keperluan evaluasi praktik. Acara ditutup dengan kesimpulan materi oleh moderator. Peserta menerima leaflet yang membahas tentang pencegahan tuberkulosis sebagai bahan bacaan tambahan di rumah. Pelaksanaan penyuluhan ini diharapkan peserta dapat menyampaikan kembali informasi ini kepada anggota keluarga lain.
Penulis: Nisa Aulia Ibadillah





