
NERS NEWS — Upaya meningkatkan kesehatan lanjut usia menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular yang sering terjadi seiring bertambahnya usia. Salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian pada kelompok lansia adalah hipertensi. Sebagai bentuk edukasi dan promosi kesehatan di masyarakat, mahasiswa Praktik Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Kelompok 1, 2, dan 3 Stase Komunitas dan Keluarga Puskesmas Kalijudan melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan bertajuk “TEKAN: Langkah Sederhana Mengendalikan Tekanan Darah Melalui Edukasi Kesehatan dan Senam Hipertensi”. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026 di Balai RW 07 Kelurahan Dukuh Sutorejo, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, dengan sasaran lansia RT 01–04 RW 07 Kelurahan Dukuh Sutorejo.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendampingan Pembimbing Klinik Waji, S.Kep., Ns. serta Pembimbing Akademik Dr. Makhfudli, S.Kep., Ns., M.Ked.Trop., Prof. Ferry Efendi, S.Kep., Ns., M.Sc., PhD., dan Dr. Eka Misbahatul Mar’ah Has, S.Kep., Ns., M.Kep. Edukasi kesehatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia mengenai hipertensi, meliputi pengertian, faktor risiko, tanda dan gejala, komplikasi, serta upaya pencegahan dan pengendaliannya. Selain pemberian edukasi, peserta juga diajak melakukan senam hipertensi dengan gerakan ringan yang disesuaikan dengan kemampuan lansia sebagai bagian dari aktivitas fisik untuk membantu menjaga kebugaran dan mendukung pengendalian tekanan darah. Materi dan kegiatan disusun dengan mempertimbangkan kondisi serta kemampuan fisik lansia.
Salah satu pesan kesehatan yang disampaikan kepada lansia adalah penerapan prinsip “TEKAN” dalam pengendalian hipertensi. T berarti Tekanan darah dipantau rutin, E berarti Encerkan asupan garam, K berarti Kendalikan berat badan dan aktivitas, A berarti Atur obat dan pola makan, serta N berarti Nikmati hidup tanpa rokok dan kelola stres. Prinsip tersebut menjadi pengingat sederhana bagi lansia untuk menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Peserta juga diberikan edukasi mengenai berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko hipertensi, seperti usia, riwayat keluarga, konsumsi garam berlebihan, pola makan yang kurang sehat, kurangnya aktivitas fisik, kelebihan berat badan atau obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan stres. Lansia juga diberikan pemahaman bahwa hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala yang khas sehingga pemeriksaan tekanan darah secara berkala tetap penting untuk mengetahui kondisi tekanan darah.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan praktik senam hipertensi yang terdiri atas pemanasan, gerakan inti, dan pendinginan. Gerakan dilakukan secara ringan hingga sedang dan tidak memaksakan kemampuan peserta. Aktivitas tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kebugaran, mempertahankan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, serta menjadi bagian dari upaya nonfarmakologis dalam pengendalian hipertensi. Senam hipertensi juga dapat dilakukan secara berkelompok maupun mandiri sesuai kondisi dan kemampuan lansia.
Melalui kegiatan “TEKAN: Edukasi Kesehatan dan Senam Hipertensi”, diharapkan para lansia semakin memahami pentingnya menjaga tekanan darah melalui pola makan sehat, pembatasan konsumsi garam, aktivitas fisik secara teratur, kepatuhan terhadap pengobatan, tidak merokok, serta pengelolaan stres. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong lansia untuk lebih aktif dalam menjaga kesehatan dan mencegah komplikasi hipertensi, sehingga kualitas hidup dan kemandirian lansia dapat tetap terjaga.
Penulis: Adim Hidayat dan Syah Reza Alfiana Nuro Aini





