Mahasiswa Ners Unair Dorong Kesadaran KB untuk Mendukung Keluarga Sehat dan Sejahtera

NERS NEWS — Upaya meningkatkan kesehatan reproduksi pada pasangan usia produktif menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui perencanaan kehamilan dan penggunaan kontrasepsi yang tepat. Sebagai bentuk edukasi dan promosi kesehatan di masyarakat, mahasiswa Praktik Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Kelompok 1, 2, dan 3 Stase Keperawatan Komunitas dan Keluarga Puskesmas Kalijudan melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan bertajuk “Pentingnya Keluarga Berencana (KB) dalam Mewujudkan Keluarga Sehat dan Sejahtera”. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026 di Balai RW 07 Dukuh Sutorejo, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, dengan sasaran perempuan usia produktif di RW 07 Dukuh Sutorejo.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendampingan Pembimbing Klinik Waji, S.Kep., Ns. serta Pembimbing Akademik Dr. Makhfudli, S.Kep., Ns., M.Ked.Trop., Prof. Ferry Efendi, S.Kep., Ns., M.Sc., Ph.D., dan Dr. Eka Mishbahatul Mar’ah Has, S.Kep., Ns., M.Kep. Edukasi kesehatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai pentingnya penggunaan KB dalam merencanakan kehamilan, mengatur jarak kelahiran, menentukan jumlah anak, serta memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasangan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pengertian KB dan kontrasepsi. Keluarga Berencana merupakan upaya untuk membantu pasangan suami istri mengatur kehidupan reproduksi, termasuk mengatur jumlah, jarak, dan waktu kehamilan dengan menggunakan metode kontrasepsi. Sementara itu, kontrasepsi merupakan cara, alat, atau obat yang digunakan untuk mencegah atau mengatur kehamilan. Pemilihan metode kontrasepsi perlu disesuaikan dengan tujuan reproduksi, kondisi kesehatan, usia, jumlah anak, riwayat kesehatan, kondisi menyusui, serta kenyamanan pengguna.

Peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya perencanaan kehamilan. Kehamilan membutuhkan persiapan secara fisik, mental, sosial, dan finansial. Dalam merencanakan kehamilan, pasangan perlu mempertimbangkan usia dan kesuburan, kondisi kesehatan, akses terhadap pelayanan kesehatan, dukungan dalam pengasuhan anak, kondisi sosial ekonomi, jumlah anak yang telah dimiliki, serta jarak dari kehamilan sebelumnya. Perencanaan tersebut diharapkan dapat membantu pasangan menentukan waktu dan jumlah kehamilan sesuai dengan kondisi keluarga.

Kegiatan edukasi juga membahas tujuan dan manfaat KB bagi ibu, bayi dan anak, keluarga, serta masyarakat. Penggunaan KB dapat membantu mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, mengatur jarak kehamilan, memberikan waktu bagi ibu untuk memulihkan kondisi setelah melahirkan, serta mendukung pemberian ASI dan pengasuhan anak secara optimal. Bagi keluarga, perencanaan kehamilan dapat membantu mempersiapkan kebutuhan pendidikan dan kesehatan anak serta menyesuaikan jumlah anak dengan kemampuan keluarga.

Selain manfaat KB, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis dan metode kontrasepsi, mulai dari metode kontrasepsi jangka panjang seperti AKDR/IUD, implan, tubektomi, dan vasektomi hingga metode jangka pendek seperti suntik KB, pil KB, dan kondom. Peserta juga mendapatkan informasi mengenai metode alami, seperti Metode Amenore Laktasi (MAL), metode sadar masa subur, dan sanggama terputus. Setiap metode memiliki kelebihan, keterbatasan, efektivitas, serta ketentuan penggunaan yang berbeda sehingga pemilihannya perlu mempertimbangkan kondisi dan tujuan reproduksi masing-masing pasangan.

Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah bahwa pemilihan kontrasepsi sebaiknya dilakukan melalui konseling bersama tenaga kesehatan atau informed choice. Sebelum menentukan metode, pasangan perlu mempertimbangkan tujuan penggunaan KB, kondisi kesehatan, obat yang sedang dikonsumsi, riwayat penggunaan kontrasepsi sebelumnya, serta informasi mengenai kemungkinan efek samping. Dengan mendapatkan informasi yang memadai, pasangan dapat menentukan pilihan kontrasepsi secara lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Edukasi juga menekankan bahwa konsultasi mengenai KB dapat dilakukan pada berbagai tahap kehidupan reproduksi, mulai dari sebelum menikah, sebelum merencanakan kehamilan, saat kehamilan, menjelang persalinan, setelah persalinan, masa menyusui, setelah menstruasi kembali, setelah keguguran, hingga ketika ingin mengganti metode atau sudah tidak ingin memiliki anak lagi. Ibu menyusui juga diberikan pemahaman bahwa menyusui tidak selalu mencegah kehamilan dan penggunaan Metode Amenore Laktasi (MAL) hanya dapat dilakukan apabila seluruh persyaratannya terpenuhi.

Kegiatan edukasi dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta pre-test dan post-test untuk mengetahui pemahaman peserta sebelum dan setelah pemberian materi. Media yang digunakan berupa poster dan leaflet yang berisi informasi mengenai pengertian dan tujuan KB, manfaat penggunaan kontrasepsi, serta berbagai jenis kontrasepsi beserta kelebihan dan keterbatasannya. Leaflet diberikan kepada peserta agar informasi yang diperoleh selama kegiatan dapat dipelajari kembali secara mandiri di rumah.

Melalui kegiatan “Pentingnya Keluarga Berencana (KB) dalam Mewujudkan Keluarga Sehat dan Sejahtera”, diharapkan perempuan usia produktif di RW 07 Dukuh Sutorejo semakin memahami pentingnya perencanaan kehamilan dan penggunaan kontrasepsi yang sesuai. Edukasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pasangan untuk memanfaatkan pelayanan KB, mengatur jumlah dan jarak kehamilan, serta mengambil keputusan reproduksi berdasarkan informasi yang tepat dan konseling tenaga kesehatan. Dengan demikian, program edukasi KB diharapkan dapat mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera serta berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan ibu dan anak.

Penulis : Fila Andrianti Safia