Kenali, Tanggap, Selamat: Pertolongan Pertama Pada Serangan Jantung

NERS NEWS — Kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai serangan jantung, Mengenali Tanda Gejala dan Langkah Pertolongan Pertama, dilaksanakan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan serta kesadaran pasien dan keluarga mengenai kondisi kegawatdaruratan serangan jantung. Penyuluhan ini dilaksanakan di ruang tunggu Poli Jantung dengan metode penyuluhan interaktif menggunakan media leaflet yang berisi informasi mengenai tanda dan gejala serangan jantung serta langkah pertolongan pertama yang tepat. Presentator menjelaskan pentingnya mengenali tanda awal serangan jantung, seperti nyeri atau rasa tertekan pada dada, nyeri yang dapat menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, atau rahang, sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, dan tubuh terasa lemas. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan didukung oleh gambar serta informasi pada leaflet agar mudah dipahami oleh pasien maupun keluarga pasien. Setelah sesi penjelasan, peserta diajak untuk memahami langkah pertolongan pertama ketika menemukan seseorang yang mengalami gejala serangan jantung, yaitu segera meminta bantuan medis atau menghubungi layanan kegawatdaruratan, menghentikan aktivitas dan membantu pasien beristirahat dalam posisi yang nyaman, serta tidak meninggalkan pasien hingga bantuan medis datang. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya tidak menunda pertolongan dan segera mendapatkan penanganan medis apabila muncul tanda dan gejala yang mengarah pada serangan jantung. Pasien dan keluarga pasien tampak antusias mengikuti kegiatan, aktif memperhatikan penjelasan yang diberikan, serta mampu menyebutkan kembali beberapa tanda dan gejala serangan jantung dan langkah pertolongan pertama yang perlu dilakukan.

Kegiatan ini melibatkan 2 orang presentator yang bertugas menyampaikan materi mengenai serangan jantung, meliputi pengenalan tanda dan gejala serta langkah pertolongan pertama, 1 moderator yang mengatur alur kegiatan, 2 fasilitator yang membantu mendampingi dan berinteraksi dengan peserta selama kegiatan berlangsung, 1 petugas dokumentasi yang bertanggung jawab dalam pendokumentasian kegiatan, serta 1 observer yang melakukan pengamatan terhadap jalannya kegiatan. Kegiatan berlangsung dalam suasana yang kondusif dan komunikatif, di mana peserta dapat berinteraksi langsung dengan tim edukator melalui sesi penyampaian materi dan diskusi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien serta keluarga pasien dalam mengenali tanda dan gejala serangan jantung secara dini serta memahami langkah pertolongan pertama yang tepat sebelum mendapatkan penanganan medis. Peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu merespons secara tepat apabila menemukan anggota keluarga atau orang di sekitar yang mengalami tanda-tanda serangan jantung. Secara lebih luas, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3, yaitu Good Health and Well-Being, melalui peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pengenalan gejala serangan jantung dan pentingnya memperoleh pertolongan medis secara cepat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan dan keselamatan.

Kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai serangan jantung berlangsung dengan baik dan mendapat respons positif dari pasien serta keluarga pasien di ruang tunggu Poli Jantung. Peserta mengikuti penyampaian materi dengan antusias dan memahami pentingnya mengenali tanda serta gejala serangan jantung dan langkah pertolongan pertama yang tepat. Penggunaan leaflet membantu peserta memahami materi dan dapat menjadi sumber informasi yang dapat dibaca kembali setelah kegiatan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran peserta untuk mengenali serangan jantung secara dini dan segera mencari pertolongan medis, serta dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif di rumah sakit.

Penulis: Puji Tri Purnaningsih