
NERS NEWS — Surabaya – Tim Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (FKp Unair) menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bertajuk “Etika Batuk dan Penggunaan Masker” kepada keluarga penunggu pasien di Ruang IRNA 4A Grha Trimed RS Universitas Airlangga pada Kamis (1/10/2026). Kegiatan edukasi ini digelar sebagai langkah konkrit untuk meningkatkan literasi kesehatan pencegahan infeksi airborne, khususnya Tuberkulosis (TBC), di lingkungan rumah sakit.
Dalam kegiatan penyuluhan ini, para mahasiswa ners memberikan pemaparan materi secara interaktif, dilanjutkan dengan peragaan langsung. Materi yang disampaikan meliputi prinsip etika batuk yang benar (seperti menutup hidung dan mulut dengan lengan atas bagian dalam atau tisu), cara pemakaian dan pelepasan masker medis yang tepat tanpa menyentuh bagian depan, serta demonstrasi 6 langkah cuci tangan berbasis sabun maupun alkohol. Para peserta yang merupakan keluarga penunggu pasien tampak antusias menyimak dan mempraktekkan secara langsung langkah-langkah pencegahan infeksi tersebut.
Kegiatan yang berlangsung pukul 15.00 WIB ini diinisiasi oleh Kelompok 10 Stase Keperawatan Medikal Bedah FKp Unair. Pelaksanaan acara dikoordinasikan oleh Farah Nailul sebagai moderator, Nafila Putri dan Savira Ratna sebagai penyaji materi, didukung oleh tim fasilitator, observer, serta perlengkapan. Kegiatan ini juga mendapatkan bimbingan dan evaluasi langsung dari Pembimbing Akademik FKp Unair, Herdina Mariyanti, S.Kep., Ns., M.Kep., PhD, serta Pembimbing Klinik RS Unair, Devi Rahma S, S.Kep., Ns., M.Kep.
Penyuluhan ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka beban kasus Tuberkulosis di Indonesia yang berada di peringkat kedua dunia. Penyakit TBC ditularkan melalui percikan droplet di udara saat penderita batuk atau bersin, di mana satu kali batuk dapat melepaskan hingga 3.000 percikan dahak. Rumah sakit dan ruang perawatan berisiko tinggi menjadi tempat penularan jika keluarga pasien dan pengunjung tidak menerapkan etika batuk serta pemakaian masker dengan tepat. Oleh karena itu, edukasi ini bertujuan memberikan pemahaman praktis agar keluarga penunggu pasien mampu melindungi diri dan lingkungan sekitarnya dari bahaya penularan TBC, yang sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Pembimbing Klinik FKp Unair, Devi Rahma S, S.Kep., Ns., M.Kep. menyampaikan bahwa penerapan etika batuk dan pemakaian masker bukan sekadar formalitas, melainkan kebiasaan mendasar yang sangat efektif memutus rantai penularan penyakit menular di rumah sakit. “Penerapan etika batuk dan penggunaan masker yang tepat oleh keluarga pasien sangat vital untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit serta mencegah penularan kuman TBC kepada sesama pengunjung maupun tenaga kesehatan,” ungkapnya.
Kegiatan edukasi kesehatan ini mendukung ketercapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), antara lain SDGs 3 Good Health and Well-Being, berkontribusi dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular airborne seperti Tuberkulosis untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang sehat dan sejahtera, SDGs 4 Quality Education, memberikan pendidikan literasi kesehatan yang berkualitas dan aplikatif bagi pasien serta masyarakat umum di fasilitas pelayanan kesehatan, SDGs 17 Partnerships for the Goals, mewujudkan kemitraan strategis antara institusi pendidikan keperawatan (FKp Unair) dan rumah sakit (RS Unair) dalam program pengabdian masyarakat dan pencegahan infeksi.
Melalui penyuluhan ini, diharapkan keluarga penunggu pasien tidak hanya memahami teori etika batuk dan pemakaian masker, melainkan juga menerapkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Ke depan, kontribusi aktif civitas akademika FKp Unair dalam edukasi kesehatan masyarakat diharapkan dapat terus menekan angka penularan TBC serta memperkuat budaya hidup bersih dan sehat di Indonesia.
Penulis: Riska Amelia Nirina Ilham





