Mahasiswa Profesi Ners Unair Gelar PKRS tentang Pengenalan dan Pencegahan CKD di IRNA 5A Graha Trimed

NERS NEWS — Sejumlah mahasiswa Praktik Profesi Pendidikan Ners, Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (Unair) Kelompok 13 menyelenggarakan kegiatan penyuluhan kesehatan bertajuk “Ginjal Sehat, Hidup Lebih Kuat: Kenali dan Cegah CKD (Chronic Kidney Disease)”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 13 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, bertempat di Ruang IRNA 5A Grha Trimed, Rumah Sakit Universitas Airlangga.

Penyuluhan ini menyasar keluarga pasien yang sedang mendampingi perawatan di ruang tersebut. Mengingat pentingnya deteksi dini mengenai CKD, edukasi ini bertujuan agar masyarakat, khususnya keluarga pasien, mampu memahami konsep penyakit ginjal kronik serta langkah-langkah pencegahannya secara mandiri.

Mengenal Bahaya Penyakit Ginjal Kronik

Dalam pemaparan materi, tim penyaji menjelaskan bahwa Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan kondisi kerusakan ginjal yang berlangsung selama tiga bulan atau lebih. Kondisi ini bersifat progresif dan tidak dapat kembali normal (irreversible), sehingga ginjal kehilangan kemampuan untuk menyaring racun dari darah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Beberapa faktor risiko utama yang diwaspadai meliputi:

  1. Diabetes dan Hipertensi: Dua penyebab utama yang merusak pembuluh darah ginjal.
  2. Gaya Hidup: Kebiasaan merokok, obesitas, dan pola makan tidak sehat.
  3. Usia dan Genetik: Individu di atas 60 tahun atau memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa.

Langkah Pencegahan dan Pengendalian

Mahasiswa menekankan pentingnya gaya hidup sehat sebagai benteng utama. “Deteksi dan pengelolaan dini terbukti dapat memperlambat progresivitas penyakit dan mencegah komplikasi yang lebih berat,” ungkap tim dalam materi penyuluhan.

Beberapa langkah pengendalian yang disarankan antara lain:

  1. Kontrol rutin gula darah dan tekanan darah.
  2. Menghindari penggunaan obat-obatan atau herbal tanpa pengawasan medis.
  3. Berhenti merokok dan menjaga berat badan ideal.
  4. Pemeriksaan fungsi ginjal (ureum dan kreatinin) secara berkala bagi kelompok berisiko.

Antusiasme Peserta

Kegiatan yang dipandu oleh Rimma Murti sebagai moderator serta Rokhma Mista Febrianah dan Rista Zulfidha Rindi sebagai pemateri ini berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan materi yang disampaikan pemateri melalui media poster dan leaflet, tetapi juga terlibat dalam sesi diskusi mengenai tanda bahaya seperti sesak napas berat dan pembengkakan pada tubuh yang harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

Penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa meskipun CKD tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, pengelolaan yang tepat dapat mempertahankan kualitas hidup penderita.

Penulis: Rimma Murti