
NERS NEWS — Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan jiwa dan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) bertajuk “Pesawat Harapan” di UPTD Liponsos Keputih Surabaya pada 4 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan membantu klien mengenal dan menghargai diri sendiri, meningkatkan kemampuan berinteraksi sosial, serta mengekspresikan harapan dan perasaan positif melalui aktivitas kreatif melipat origami pesawat. Pelaksanaan dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi, komunikasi terapeutik, dan pendampingan kelompok kecil sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan secara aktif dan nyaman. Kegiatan ini merupakan implementasi dari SAP Edukasi Penghargaan Diri dan SAK TAK “Pesawat Harapan” yang disusun oleh Kelompok A7 Praktik Klinik Keperawatan (PKK) 2026 Gelombang 2 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga.
Kegiatan melibatkan dosen pembimbing akademik Dr. Rizki Fitryasari P. K., S.Kep., Ns., M.Kep., pembimbing klinik Shelvy Wildasari Salimuna, S.Kep., Ns., serta mahasiswa Kelompok A7 PKK Gelombang 2 yang terdiri dari Diniyatus Sholikhah, Rindu Dian Sari Kencana, Enjelika Diveira Putri Awlia, Audy Puja Laras Santi, Lusia Balum Sitokdana. Masing-masing anggota kelompok A7 memiliki peran dalam pelaksanaan edukasi dan TAK diantaranya sebagai fasilitator, moderator, MC, dan Liaison Officer (LO TAK). Edukasi kesehatan dan TAK dilaksanakan pada Kamis, 4 Juni 2026 pukul 15.00 WIB di Ruang Tunggu UPTD Liponsos Kalijudan. Sebanyak 11 klien wanita usia produktif yang berada dalam kondisi tenang dan kooperatif mengikuti rangkaian kegiatan secara antusias, mulai dari menulis harapan hingga memamerkan hasil karya origami pesawat mereka.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanganan harga diri rendah dan isolasi sosial pada klien dengan gangguan jiwa, yang dapat berdampak pada penurunan kepercayaan diri, menarik diri dari lingkungan, dan berkurangnya kualitas hidup. Melalui edukasi dan TAK, peserta diharapkan mampu menerima diri apa adanya, membangun hubungan sosial yang sehat, serta meningkatkan rasa percaya diri dan kualitas hidup. Program ini juga mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3: Good Health and Well-Being, khususnya dalam upaya meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan, serta SDGs poin 10: Reduced Inequalities melalui pemberdayaan kelompok rentan di lingkungan sosial. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan lancar dan menunjukkan bahwa pendekatan edukatif serta aktivitas kreatif kelompok dapat menjadi sarana efektif untuk mendukung pemulihan psikososial klien.
Penulis: Diniyatus Sholikhah





