KB Pasca Persalinan Tingkatkan Perencanaan Keluarga dan Kesehatan Ibu

NERS NEWS — Mahasiswa Profesi Ners Kelompok B27 melaksanakan kegiatan Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) mengenai Keluarga Berencana (KB) Pasca Persalinan di Poli Obgyn dan Ginekologi Rumah Sakit Universitas Airlangga pada hari Jumat, 05 Juni 2026 pukul 10.30 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh ibu hamil, ibu nifas, serta anggota keluarga yang sedang menunggu pelayanan kesehatan di Poli Obgyn dan Ginekologi. Kegiatan edukasi tersebut didampingi oleh tenaga kesehatan poli sebagai bentuk upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya penggunaan kontrasepsi setelah persalinan.

Kegiatan PKRS dilaksanakan secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi kelompok kecil, serta sesi tanya jawab bersama peserta. Mahasiswa Profesi Ners memberikan edukasi mengenai pengertian KB pasca persalinan, manfaat penggunaan kontrasepsi setelah melahirkan, waktu yang tepat untuk memulai KB, serta berbagai pilihan metode kontrasepsi yang dapat digunakan oleh ibu setelah melahirkan. Materi yang diberikan meliputi metode amenorea laktasi (MAL), pil progestin, suntik KB, implan, IUD pasca plasenta, hingga metode kontrasepsi mantap yang dapat dipilih sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing keluarga. Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti jalannya edukasi. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan terkait keamanan penggunaan alat kontrasepsi saat menyusui, efek samping yang mungkin muncul setelah pemasangan kontrasepsi, serta cara memilih metode KB yang sesuai dengan kondisi kesehatan ibu. Melalui sesi diskusi tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi secara langsung mengenai berbagai kekhawatiran dan kesalahpahaman yang masih sering ditemukan di masyarakat terkait penggunaan kontrasepsi pasca persalinan.

PKRS ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kesadaran ibu dan keluarga mengenai pentingnya perencanaan kehamilan setelah persalinan. Pengaturan jarak kehamilan yang ideal dapat membantu menurunkan risiko komplikasi pada ibu maupun bayi, seperti anemia pada ibu, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, hingga peningkatan risiko kematian ibu dan bayi. Selain itu, penggunaan KB pasca persalinan juga berperan penting dalam mendukung pemulihan kesehatan ibu setelah melahirkan sehingga ibu dapat memberikan perhatian dan pengasuhan yang optimal kepada bayinya.

Kegiatan edukasi mengenai KB pasca persalinan memiliki peran penting dalam mendukung program kesehatan reproduksi yang dirancangkan oleh pemerintah maupun organisasi kesehatan dunia. Menurut World Health Organization (WHO), perencanaan kehamilan dan penggunaan kontrasepsi yang tepat setelah persalinan merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Oleh karena itu, peningkatan akses informasi dan edukasi mengenai kontrasepsi pasca persalinan menjadi langkah yang sangat penting dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas. Kegiatan ini juga berintegrasi dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yaitu Good Health and Well-Being.

Melalui kegiatan PKRS ini, diharapkan ibu dan keluarga mampu memahami berbagai pilihan metode kontrasepsi yang tersedia serta dapat menentukan metode yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing. Dengan meningkatnya pengetahuan mengenai KB pasca persalinan, diharapkan angka kehamilan yang tidak direncanakan dapat berkurang, kesehatan ibu dapat terjaga, serta kualitas tumbuh kembang anak dapat lebih optimal. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa profesi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek kuratif, tetapi juga promotif dan preventif. Edukasi kesehatan yang diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pasien dan keluarga dalam meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi serta mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berencana.

Penulis: Rista Febrianti