
NERS NEWS — Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Kelompok 11 Stase Keperawatan Medikal Bedah Angkatan 49 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga telah melaksanakan kegiatan Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di OK Graha Trimed Rumah Sakit Universitas Airlangga pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan yang mengangkat tema “Kenali, Cegah, dan Rawat: Upaya Pencegahan Infeksi pada Luka Operasi dan Perawatan Luka di Rumah” ini ditujukan kepada keluarga penunggu pasien dan dilaksanakan sebagai salah satu kegiatan pendidikan kesehatan dalam rangkaian praktik Profesi Keperawatan.
Kegiatan ini didampingi oleh Dr. Laily Hidayati, S.Kep., Ns., M.Kep. selaku pembimbing akademik dan Akhmad Ja’far, S.Kep., Ns. selaku pembimbing klinik. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pencegahan infeksi luka operasi dan perawatan luka secara tepat setelah pasien menjalani tindakan pembedahan, termasuk ketika perawatan dilanjutkan di rumah.
Pemilihan topik didasarkan pada pentingnya peran pasien dan keluarga dalam mencegah infeksi setelah operasi. Keluarga perlu mengetahui cara menjaga kebersihan luka, melakukan perawatan sesuai instruksi tenaga kesehatan, serta mengenali perubahan pada luka yang dapat mengarah pada infeksi. Edukasi juga diberikan agar keluarga mampu mengetahui kapan harus segera mencari pertolongan tenaga kesehatan apabila muncul tanda infeksi atau komplikasi.
Sebelum pelaksanaan, mahasiswa melakukan persiapan melalui penyusunan dan konsultasi Satuan Acara Penyuluhan (SAP), materi, serta media edukasi dengan pembimbing akademik dan klinik. Penyuluhan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dengan bantuan media leaflet. Materi yang disampaikan mencakup pengertian infeksi luka operasi (ILO), tanda dan gejala ILO, faktor risiko, cara mencegah infeksi, langkah perawatan luka operasi secara mandiri di rumah, hal-hal yang perlu diperhatikan selama proses penyembuhan, serta kondisi yang mengharuskan keluarga segera mencari pertolongan tenaga kesehatan.
Dalam penyampaian materi, peserta diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda infeksi yang perlu diperhatikan, seperti kemerahan dan bengkak yang semakin bertambah, rasa panas dan nyeri yang meningkat, keluarnya cairan atau nanah, bau tidak sedap, luka terbuka, serta demam. Mahasiswa juga menjelaskan langkah perawatan luka di rumah, mulai dari mencuci tangan, menyiapkan tempat yang bersih, melepas balutan dengan hati-hati, mengamati kondisi luka, membersihkan luka sesuai anjuran tenaga kesehatan, memasang balutan baru, hingga kembali mencuci tangan setelah selesai melakukan perawatan.

Kegiatan berlangsung dengan baik, kondusif, dan sesuai dengan perencanaan. Peserta menunjukkan antusiasme dalam mendengarkan materi dan mengikuti sesi tanya jawab. Salah satu pertanyaan yang diajukan peserta, Santana, berkaitan dengan kondisi balutan luka yang terkena air atau menjadi basah. Peserta mampu menjawab bahwa langkah yang perlu dilakukan adalah mencuci tangan sebelum merawat luka dan mengganti balutan yang basah dengan balutan baru. Evaluasi kegiatan juga menunjukkan bahwa peserta mampu menjelaskan kembali materi mengenai pencegahan infeksi luka operasi dan perawatan luka di rumah serta aktif menjawab pertanyaan dengan benar.
Melalui kegiatan PKRS ini, mahasiswa Kelompok 11 berharap edukasi yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapan keluarga dalam melakukan perawatan luka operasi secara tepat di rumah. Keluarga diharapkan mampu menjaga kebersihan luka, memperhatikan proses penyembuhan, mengenali tanda-tanda infeksi sejak dini, serta segera menghubungi tenaga kesehatan apabila ditemukan tanda infeksi atau komplikasi. Dengan demikian, keterlibatan keluarga diharapkan dapat mendukung proses pemulihan pasien dan membantu mencegah terjadinya infeksi luka operasi.
Penulis: Lavenia Puspitasari





