PKRS Mahasiswa Ners Unair Ajak Keluarga Cegah Penularan Infeksi melalui Etika Batuk dan Pembuangan Masker yang Benar

NERS NEWS — Mahasiswa program studi pendidikan Profesi Ners Angkatan 49 ganjil 2026/2027 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (FKp Unair), Kelompok 6 Stase Keperawatan Medikal Bedah (KMB) melaksanakan kegiatan Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dengan mengangkat tema pencegahan infeksi melalui penerapan etika batuk serta penggunaan dan pembuangan masker yang benar.

Kegiatan PKRS dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026, pukul 09.00 WIB di IRNA 4A Grha Trimed, Rumah Sakit Khusus Infeksi Universitas Airlangga. Kegiatan ini menyasar keluarga pasien yang sedang menjalani perawatan. Keluarga memiliki peran penting dalam membantu mencegah penularan infeksi, baik selama pasien menjalani perawatan di rumah sakit maupun setelah pasien kembali ke rumah.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa dalam menjalani Praktik Profesi Ners. Pelaksanaan kegiatan berada di bawah bimbingan Herdina Mariyanti, S.Kep., Ns., M.Kep., Ph.D. selaku pembimbing akademik dan didampingi secara langsung oleh Ners Devi Rahma S., S.Kep., Ns., M.Kep. selaku pembimbing klinik.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa memberikan edukasi kepada keluarga pasien mengenai pentingnya pencegahan penularan infeksi dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang disampaikan meliputi penerapan etika batuk yang benar, penggunaan masker, serta cara melepas dan membuang masker dengan tepat.

Antusiasme keluarga pasien terlihat selama kegiatan berlangsung. Meskipun jumlah peserta yang hadir sekitar 10 orang, seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai. Melalui edukasi yang diberikan, mahasiswa berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan oleh keluarga selama mendampingi pasien di rumah sakit maupun setelah pasien kembali ke rumah.

Untuk mengetahui efektivitas edukasi yang diberikan, mahasiswa juga melaksanakan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Evaluasi ini dilakukan atas arahan Herdina Mariyanti selaku pembimbing akademik. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan mengenai etika batuk, penggunaan masker, serta pelepasan dan pembuangan masker yang benar.

Evaluasi dilakukan menggunakan lima pertanyaan pilihan ganda yang diberikan kepada 10 peserta PKRS. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah edukasi diberikan. Rata-rata persentase jawaban benar meningkat dari 68% pada pre-test menjadi 94% pada post-test, atau mengalami peningkatan sebesar 26 poin persentase.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan peserta mengenai etika batuk, penggunaan masker, serta pelepasan dan pembuangan masker yang benar. Edukasi ini diharapkan dapat mendorong keluarga pasien untuk berperan aktif dalam menerapkan perilaku pencegahan infeksi, baik selama berada di lingkungan rumah sakit maupun setelah kembali ke lingkungan tempat tinggal.

Penulis: Norman Nafi Ramadhani