
NERS NEWS — Perilaku masyarakat dalam menjaga keselamatan kerja merupakan salah satu faktor penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan, termasuk kebakaran. Lingkungan kerja seperti Sentra Wisata Kuliner (SWK) memiliki risiko kebakaran yang cukup tinggi karena aktivitas memasak setiap hari menggunakan kompor gas, listrik, serta peralatan panas lainnya. Kurangnya pengetahuan mengenai pencegahan kebakaran dan penanganan awal luka bakar ringan dapat meningkatkan risiko cedera dan kerugian. Oleh karena itu, peran tenaga kesehatan, khususnya perawat, sangat dibutuhkan dalam memberikan edukasi keselamatan kerja kepada masyarakat. Upaya ini juga sejalan dengan program peningkatan keselamatan masyarakat melalui edukasi dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan kerja.
Sebagai bentuk pengabdian masyarakat, mahasiswa Praktik Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan penyuluhan “Siaga Api: Kesiapsiagaan Hadapi Kebakaran” kepada para pedagang di SWK Deles, Kecamatan Sukolilo, Surabaya. Tujuan kegiatan ini adalah agar pedagang mampu mengetahui, memahami, dan menerapkan langkah pencegahan kebakaran serta melakukan pertolongan pertama pada luka bakar ringan dengan benar dan aman.
Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026 di kawasan SWK Deles Sukolilo Surabaya dan diikuti oleh 20 orang pedagang. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa Praktik Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga dengan pendampingan dari pembimbing klinik Mus’adah, S.Kep., Ns., M.Kes serta rekan-rekan tenaga kesehatan dari puskesmas Klampis Ngasem, Surabaya. Acara dimulai sesuai waktu yang telah direncanakan dan peserta menunjukkan antusiasme selama kegiatan berlangsung.
Rangkaian acara meliputi pemaparan materi mengenai penyebab kebakaran, langkah pencegahan kebakaran di lingkungan usaha kuliner, serta prosedur tanggap darurat saat terjadi kebakaran. Selain itu, dilakukan juga demonstrasi penanganan pertama pada luka bakar ringan menggunakan prinsip Cool, Cover, dan Call.Untuk meningkatkan pemahaman peserta, kegiatan juga diselingi dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif mengenai pengalaman peserta terkait kejadian luka bakar saat memasak. Suasana penyuluhan berlangsung aktif dan komunikatif sehingga peserta lebih mudah memahami materi yang diberikan. Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta mampu menyebutkan langkah pencegahan kebakaran, tindakan yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran kecil, serta cara penanganan awal luka bakar ringan yang benar dan aman (Rani Putri Permatasari, 2025).
Penulis: Rani Putri Permatasari
Editor: Farah Dina Azizatul Aulia (Airlangga Nursing Journalist)





