Trias Aman (Anti-Bullying, Batasi Screen Time, Aman dari Rokok)

NERS NEWS – Mahasiswa Profesi Ners Universitas Airlangga kelompok stase Keperawatan Komunitas dan Keluarga mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan bertema “Trias Aman (Anti-Bullying, Batasi Screen Time, Aman dari Rokok)” pada Selasa, 11 Agustus 2026 di SD Mabadiul Ulum kelas 5 Surabaya. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pencegahan bullying, penggunaan gadget secara bijak, serta perlindungan diri dari rokok dan asap rokok.

Kegiatan penyuluhan dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai tiga permasalahan kesehatan yang dekat dengan kehidupan anak usia sekolah, yaitu bullying, penggunaan screen time secara berlebihan, dan paparan rokok.

Kegiatan penyuluhan kesehatan ini berfokus pada peningkatan pemahaman peserta tentang bahaya bullying, pentingnya membatasi screen time sesuai usia, serta memiliki sikap dan komitmen untuk menjauhi rokok. Materi yang disampaikan meliputi apa itu bullying, faktor penyebab bullying, jenis dan dampak bullying, serta cara mengatasi bullying, kemudian screen time, jenis kegiatan yang menggunakan layar, manfaat serta dampak gadget, dan aktivitas pengganti gadget serta pengertian rokok, dampak merokok sejak usia dini, cara melindungi diri dari asap rokok.

Kegiatan diawali dengan orientasi, dilanjutkan dengan pelaksanaan pre-test untuk mengetahui pengetahuan awal peserta. Selanjutnya, penyampaian materi Trias Aman dilakukan melalui metode ceramah, pemutaran video edukasi, serta penggunaan media visual berupa PowerPoint dan standing banner. Materi yang diberikan meliputi pengertian, jenis, dampak, dan cara mengatasi bullying; pengertian, manfaat, dampak penggunaan screen time, serta aktivitas pengganti gadget; dan pengertian rokok, dampak merokok sejak usia dini, serta cara melindungi diri dari paparan asap rokok. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, kemudian peserta mengerjakan post-test sebagai evaluasi pemahaman terhadap materi yang telah diberikan.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Mahasiswa Profesi Ners Universitas Airlangga yang didampingi oleh pembimbing klinik dan penanggung jawab UKS dari pihak Puskesmas Klampis Ngasem. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme dan sikap kooperatif dengan memperhatikan materi yang disampaikan serta aktif mengikuti diskusi dan tanya jawab. Berdasarkan hasil evaluasi proses, kegiatan penyuluhan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Melalui kegiatan ini diharapkan siswa/i mampu menerapkan perilaku hidup sehat, saling menghargai, menggunakan gadget secara bijak, serta mampu melindungi diri dari rokok dan paparan asap rokok sehingga dapat turut menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak.

Penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan siswa dalam menerapkan perilaku hidup sehat, mencegah bullying, membatasi penggunaan screen time secara bijak, serta melindungi diri dari rokok dan paparan asap rokok. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk saling menghargai dan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak.

Kegiatan ini mendukung beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:

  • SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being) — Penyuluhan kesehatan ini berkontribusi dalam kegiatan mendukung peningkatan kesehatan anak melalui edukasi mengenai pencegahan bullying, penggunaan gadget yang sehat, serta perlindungan dari paparan asap rokok. Ketiga topik tersebut berkaitan dengan kesehatan fisik, mental, dan sosial anak.
  • SDGs 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) — Penyuluhan memberikan pengetahuan dan keterampilan kesehatan kepada siswa agar mampu mengenali perilaku berisiko, mengambil keputusan yang sehat, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung proses pendidikan.
  • SDGs 10: Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities) — Edukasi anti-bullying mendorong siswa untuk menghargai perbedaan dan tidak melakukan diskriminasi terhadap teman. Dengan demikian, kegiatan mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang inklusif dan saling menghargai.
  • SDGs 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice and Strong Institutions) — Materi anti-bullying berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, damai, dan bebas dari kekerasan. Siswa juga diberikan pemahaman untuk berani melapor dan mencari bantuan ketika mengalami atau menyaksikan bullying.
  • SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) — Pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya kerja sama antara mahasiswa Profesi Ners, institusi pendidikan, sekolah, serta lingkungan pelayanan kesehatan dalam meningkatkan kesehatan anak usia sekolah. Kegiatan melibatkan koordinasi dan pembagian tugas antaranggota kelompok dalam penyusunan materi, media, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan.

Demikian berita acara kegiatan penyuluhan UKS “Trias Aman (Anti-Bullying, Batasi Screen Time, Aman dari Rokok)” ini dibuat sebagai bentuk dokumentasi pelaksanaan kegiatan. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran siswa dalam menjaga kesehatan diri, menghargai sesama, menggunakan teknologi secara bijak, serta menjauhi rokok dan paparan asap rokok.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong siswa untuk menerapkan perilaku sehat dalam kehidupan sehari-hari serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak.

Penulis: Enjels Puturuhu