Upaya edukasi Tuberkulosis pada anak oleh mahasiswa Praktik Klinik Keperawatan di Poli anak RSUA 

NERS NEWS – Mahasiswa Praktik Klinik Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan penyuluhan tentang tuberkulosis (TB) pada anak di Poli Anak RSUA hari Selasa (28/04/2026), sebagai upaya meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai pencegahan, penularan, serta penanganan TB sejak dini. Kegiatan ini dilakukan melalui edukasi langsung dan pembagian materi informasi kepada keluarga pasien, dengan harapan dapat menekan angka kejadian TB pada anak dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit tersebut. 

Kegiatan edukasi ini dilaksanakan di ruang tunggu Poli Anak RSUA dengan melibatkan orang tua dan keluarga pasien sebagai peserta utama. Mahasiswa memberikan materi secara sistematis mengenai pengertian tuberkulosis (TB) pada anak, jenis penyakit TB, penyebab dan faktor resiko, cara penularan, tanda dan gejala, langkah pencegahan dan penanganan yang tepat sejak dini, serta peran orang tua dalam pencegahannya. Penyampaian dilakukan melalui metode ceramah interaktif disertai dengan media edukasi berupa leaflet yang dibagikan kepada audiens dan menampilkan powerpoint serta sesi tanya jawab untuk meningkatkan pemahaman peserta. Kegiatan ini berlangsung selama ± 40 menit diawali dengan pembuka, lalu kegiatan inti, dilanjut sesi tanya jawab dan terakhir penutup, Kegiatan ini mendapat respons positif dan partisipasi aktif dari peserta yang hadir. 

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Praktik Klinik Keperawatan Unair kelas A1 Kelompok A4 sebagai pelaksana utama yang bertanggung jawab dalam perencanaan, penyusunan materi, hingga pelaksanaan penyuluhan. Selain itu, kegiatan ini juga didampingi oleh dosen pembimbing akademik Ibu Nuzul Qur’aniati, S.Kep., Ns., M.Ng., Ph.D., serta pembimbing klinik Deasy Nusiyanti, S.Kep., Ns., dan Ika Nursetyo Palupi, S.Kep., Ns., yang berperan dalam memberikan arahan serta evaluasi terhadap jalannya kegiatan ini. Penyuluhan dilaksanakan pada Selasa, 28 April 2026, di ruang tunggu Poli Anak RSUA yang dipilih karena merupakan area berkumpulnya pasien dan keluarga, sehingga memudahkan dalam menjangkau sasaran edukasi. Waktu pelaksanaan yaitu pada pagi hari sekitar pukul 08.00 – 08.40 WIB. Sasaran kegiatan ini adalah orang tua dan keluarga pasien anak yang sedang menunggu giliran pelayanan, sehingga informasi yang diberikan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam pencegahan dan penanganan tuberkulosis pada anak.

Kegiatan penyuluhan ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka kejadian tuberkulosis (TB) pada anak serta rendahnya pengetahuan orang tua, mengenai pencegahan dan deteksi dini penyakit tersebut. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua tentang TB pada anak, meliputi cara penularan, tanda dan gejala, langkah pencegahan dan penanganan yang tepat sejak dini, serta peran orang tua dalam pencegahan. Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan peserta mampu menerapkan perilaku hidup sehat dan lebih waspada terhadap risiko TB pada anak. Kegiatan ini juga memberikan manfaat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan dini serta kepatuhan dalam pengobatan TB. Secara lebih luas, kegiatan ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 yaitu Good Health and Well-being, yang menekankan upaya mengakhiri epidemi penyakit menular termasuk tuberkulosis serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh. 

Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua tentang pencegahan serta deteksi dini tuberkulosis (TB) pada anak. Selain itu, kegiatan ini menunjukkan kontribusi institusi pendidikan dalam pengabdian kepada masyarakat melalui upaya promotif dan preventif. Diharapkan kedepannya kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna mendukung peningkatan kesehatan masyarakat serta pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). 

Penulis: Intan Nuraini (Kelompok A4 PKK A23 FKp Unair)

Editor: Raffa Nadiya Primatiana (Airlangga Nursing Journalist)