
NERS NEWS – Mahasiswa praktik keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dalam bentuk Satuan Acara Penyuluhan (SAP) mengenai gangguan kognitif serta Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) berupa senam otak dan permainan puzzle pada Jumat, 13 Maret 2026 di Griya Werdha Kalijudan. Kegiatan ini ditujukan bagi para lansia sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan menjaga fungsi kognitif mereka.
Kegiatan PKRS ini diawali dengan penyuluhan kesehatan yang membahas tentang gangguan kognitif pada lansia, meliputi pengertian, tanda dan gejala, faktor risiko, serta upaya pencegahan dan penanganannya. Penyampaian materi dilakukan secara langsung dengan metode ceramah interaktif dan menggunakan media leaflet sehingga peserta dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan serta aktif bertanya dan berdiskusi.
Setelah penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) yang terdiri dari senam otak dan permainan puzzle. Senam otak dilakukan untuk melatih koordinasi dan fungsi kerja otak, sedangkan permainan puzzle bertujuan untuk melatih daya ingat, konsentrasi, serta kemampuan berpikir lansia. Peserta terlihat antusias dan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa praktik keperawatan Universitas Airlangga di bawah bimbingan pembimbing klinik Griya Werdha Kalijudan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada Jumat, 13 Maret 2026 pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh para lansia penghuni Griya Werdha Kalijudan.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai gangguan kognitif serta membantu mempertahankan dan meningkatkan fungsi kognitif melalui aktivitas yang terarah dan menyenangkan. Edukasi dan terapi ini penting mengingat lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami penurunan fungsi kognitif.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu SDG 3 (Good Health and Well-Being) dalam upaya meningkatkan kesehatan lansia dan mencegah penurunan fungsi kognitif, serta SDG 4 (Quality Education) melalui pemberian edukasi kesehatan kepada masyarakat khususnya lansia agar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan kognitif.

Melalui kegiatan ini diharapkan para lansia dapat lebih memahami kondisi kesehatan mereka serta mampu menjaga fungsi kognitif secara mandiri dengan melakukan aktivitas yang telah diajarkan. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dan mendukung program kesehatan masyarakat.
Penulis: Hanin Shafa Ainayya





