Waspadai Kram Saat Hemodialisis: Kenali, Cegah, dan Atasi dengan Tepat

NERS NEWS – Surabaya, 18 April 2026 – Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dengan tema “Waspadai Kram Saat Hemodialisis: Kenali, Cegah, dan Atasi dengan Tepat” di Ruang Hemodialisis RSUA pada Sabtu, 18 April 2026, pukul 08.30 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga pasien tentang pentingnya mengenali, mencegah, dan menangani kram saat proses hemodialisis.

Kram saat hemodialisis menjadi salah satu komplikasi umum yang sering dialami oleh pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisis (HD), terutama di bagian ekstremitas bawah seperti betis dan kaki. Penyuluhan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai gejala, penyebab, serta cara penanganan dan pencegahan kram yang tepat.

Materi yang disampaikan mencakup pengertian kram saat hemodialisis, penyebab kram dengan singkatan HIPER: Hipotensi, Intake cairan berlebih, Penarikan cairan cepat, Elektrolit tidak seimbang, dan Riwayat kram. Selain itu, dijelaskan pula tanda dan gejala kram, serta cara pencegahan dan penanganan yang dapat dilakukan pasien. Tim mengajarkan peserta mengenai langkah pencegahan dengan prinsip CEGAH: Cukup minum sesuai anjuran, Evaluasi kenaikan berat badan, Giat menjalani HD rutin, Aktivitas ringan dan peregangan, serta Hubungi tenaga kesehatan jika perlu.

Dalam hal penanganan kram, materi juga menjelaskan cara-cara praktis seperti memberikan posisi nyaman, melakukan pijatan ringan, serta menggunakan terapi air hangat untuk meredakan gejala. Para peserta diingatkan untuk segera melaporkan kram yang sering terjadi, disertai nyeri berat, atau gangguan lainnya kepada tenaga kesehatan. Kegiatan ini turut didukung oleh media edukasi berupa poster dan leaflet yang membantu memvisualisasikan cara-cara pencegahan serta gejala kram secara jelas dan mudah dipahami. Selain itu, media edukasi juga memberikan informasi terkait kapan harus segera mencari pertolongan medis apabila gejala kram semakin parah.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, pasien dan keluarga pasien yang menjalani hemodialisis menjadi lebih siap dan mengetahui cara mengidentifikasi serta mengatasi kram secara mandiri, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pasien selama menjalani terapi hemodialisis.

Penulis: Anindiya Putri Rahmawati

Editor: Nandyta Putri Rahmadhani (Airlangga Nursing Journalist)