Mahasiswa Profesi Ners Lakukan Penyuluhan di Puskesmas Klampis Ngasem dengan Topik Pengendalian Hiperkolesterolemia

NERS NEWS — Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Kelompok 2 Stase Komunitas Gelombang 2 Puskesmas Klampis Ngasem melaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan pada Senin, 14 September 2026. Kegiatan dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB di Puskesmas Klampis Ngasem dengan mengangkat tema “CERMAT: Cegah dan Kendalikan Hiperkolesterolemia untuk Hidup Lebih Sehat.” Sasaran kegiatan adalah masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Klampis Ngasem. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai hiperkolesterolemia serta mendorong penerapan perilaku hidup sehat untuk mencegah dan mengendalikan kadar kolesterol darah.

Kegiatan diawali dengan persiapan mahasiswa dan media edukasi berupa poster dan leaflet. Setelah peserta berkumpul, mahasiswa membuka kegiatan dengan mengucapkan salam, memperkenalkan diri, menyampaikan tujuan penyuluhan, menjelaskan kontrak waktu, serta menjelaskan topik dan mekanisme kegiatan. Sebelum memasuki materi, mahasiswa menggali pengetahuan awal peserta mengenai hiperkolesterolemia untuk mengetahui pemahaman peserta sebelum diberikan pendidikan kesehatan. Materi pertama yang disampaikan adalah mengenai pengertian dasar kolesterol dan hiperkolesterolemia. Peserta diberikan pemahaman bahwa kolesterol merupakan senyawa lemak yang dibutuhkan tubuh, sedangkan hiperkolesterolemia merupakan kondisi ketika kadar kolesterol, terutama Low-Density Lipoprotein (LDL), dalam darah melebihi batas aman. Penumpukan kolesterol berlebih pada dinding pembuluh darah dapat membentuk plak yang mengganggu aliran darah serta meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke.

Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan tanda, gejala, dan pentingnya deteksi dini. Mahasiswa menjelaskan bahwa hiperkolesterolemia umumnya tidak menimbulkan gejala khas pada tahap awal sehingga sering tidak disadari. Pada kondisi tertentu dengan kadar kolesterol yang sangat tinggi akibat faktor keturunan, dapat ditemukan tanda seperti xanthelasma dan xanthoma. Peserta juga diberikan pemahaman bahwa pemeriksaan darah di fasilitas kesehatan diperlukan untuk mengetahui kadar kolesterol secara akurat. Penerapan langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga kadar kolesterol dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai penatalaksanaan medis dan kepatuhan terhadap penggunaan obat penurun kolesterol.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan evaluasi singkat. Peserta diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai materi hiperkolesterolemia yang telah disampaikan. Mahasiswa kemudian memberikan penjelasan terhadap pertanyaan peserta serta melakukan evaluasi untuk mengetahui pemahaman peserta. Kegiatan diakhiri dengan penyampaian kesimpulan dan salam penutup. Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hiperkolesterolemia, faktor risiko, pentingnya pemeriksaan kesehatan, serta langkah-langkah pencegahan dan pengendalian melalui penerapan pola hidup sehat.

Penulis: Sasikirana Ariesta Dewani