FKp Unair dan UiTM Malaysia Perkuat Kolaborasi Riset Pengembangan Model ERAC

NERS NEWS — Tim peneliti Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (FKp Unair) melaksanakan kunjungan akademik dan riset ke Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, pada 8–12 September 2026. Delegasi FKp Unair dalam kegiatan tersebut terdiri atas Dr. Aria Aulia Nastiti, S.Kep., Ns., M.Kep. dan Dr. Retnayu Pradanie, S.Kep., Ns., M.Kep. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kolaborasi riset internasional antara tim FKp Unair dengan Puan Fatimah Sham dari UiTM Malaysia dalam pengembangan Model Early Recovery After Childbirth (ERAC) untuk mencegah komplikasi pada ibu postpartum berisiko.

Rangkaian kegiatan diawali dengan keberangkatan delegasi FKp Unair dari Surabaya menuju Malaysia pada 8 September 2026. Aktivitas akademik dimulai pada 9 September 2026 melalui pertemuan antara tim peneliti FKp Unair dan UiTM untuk membahas hasil penelitian tahap pertama yang sebelumnya telah dilaksanakan di Surabaya.

Penelitian berjudul “Pengembangan Model ERAC (Early Recovery After Childbirth) untuk Mencegah Komplikasi pada Ibu Postpartum Berisiko” dirancang dalam tiga tahapan. Tahap pertama menggunakan pendekatan kualitatif untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai pengalaman, kebutuhan, serta tantangan yang dihadapi ibu setelah melahirkan. Partisipan penelitian terdiri atas ibu postpartum primipara yang mengikuti in-depth interview serta para bidan yang memberikan pelayanan nifas melalui Focus Group Discussion (FGD).

Hasil penelitian tahap pertama menjadi dasar dalam mengidentifikasi kebutuhan ibu postpartum serta komponen penting yang selanjutnya dikembangkan menjadi Modul ERAC pada tahap kedua penelitian. Oleh karena itu, diskusi bersama tim UiTM menjadi bagian penting dalam memastikan modul yang dikembangkan tidak hanya didasarkan pada hasil penelitian, tetapi juga mempertimbangkan perspektif pakar serta praktik pelayanan maternal di negara lain.

Pada tahap kedua, tim FKp Unair bersama UiTM mendiskusikan struktur dan substansi Modul ERAC berdasarkan temuan penelitian tahap pertama. Proses pengembangan modul juga diperkuat melalui diskusi pakar, identifikasi jejaring profesional yang dapat dilibatkan sebagai panel ahli, serta studi banding ke sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan maternal di Malaysia.

Kolaborasi tersebut menghasilkan jejaring pakar atau peer list yang selanjutnya dapat dilibatkan sebagai panel expert dalam proses telaah dan pengujian model yang dikembangkan. Pelibatan para ahli diharapkan dapat memperkuat validitas isi sekaligus memastikan Model ERAC memiliki dasar ilmiah yang kuat, aplikatif, serta sesuai dengan kebutuhan ibu postpartum dan tenaga kesehatan.

Selain diskusi akademik, delegasi FKp Unair juga melakukan kunjungan ke beberapa fasilitas pelayanan kesehatan untuk mempelajari secara langsung praktik pelayanan bagi ibu selama kehamilan, persalinan, hingga masa postpartum di Malaysia.

Kunjungan pertama dilaksanakan di Hospital Al-Sultan Abdullah (HASA), Universiti Teknologi MARA, khususnya pada Unit Obstetri dan Ginekologi. Sebagai rumah sakit yang juga mendukung pendidikan klinik mahasiswa UiTM, HASA memberikan kesempatan kepada tim untuk memperoleh gambaran mengenai integrasi antara pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pengembangan keilmuan dalam pelayanan maternal.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Klinik Kesihatan Meru, yang merepresentasikan pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Kunjungan tersebut memberikan perspektif mengenai kesinambungan pelayanan maternal di tingkat pelayanan primer, termasuk pemantauan kesehatan ibu selama kehamilan maupun setelah persalinan yang dilakukan lebih dekat dengan masyarakat.

Delegasi FKp Unair selanjutnya mengunjungi Hospital Sungai Buloh, yang merupakan rumah sakit pemerintah di Malaysia. Kunjungan tersebut melengkapi pembelajaran tim mengenai penyelenggaraan pelayanan obstetri dan ginekologi pada fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah.

Melalui kunjungan pada tiga karakteristik fasilitas pelayanan kesehatan tersebut—rumah sakit universitas, fasilitas kesehatan berbasis komunitas, dan rumah sakit pemerintah—tim memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai kesinambungan dan integrasi pelayanan kesehatan maternal. Berbagai praktik baik yang ditemukan menjadi bahan penting untuk dipertimbangkan dan disesuaikan dengan konteks pelayanan kesehatan di Indonesia.

Dengan demikian, Model ERAC diharapkan dapat menjadi pendekatan yang komprehensif untuk mendukung proses pemulihan ibu setelah melahirkan, meningkatkan kesiapan ibu dalam melakukan perawatan diri dan bayi, serta membantu ibu menjalankan perannya secara optimal sejak periode awal postpartum.

Kunjungan ke UiTM Malaysia ini sekaligus memperkuat komitmen FKp Unair dalam mengembangkan kolaborasi penelitian internasional yang tidak berhenti pada pertukaran akademik, tetapi diarahkan pada luaran konkret berupa pengembangan model intervensi berbasis bukti yang berpotensi diterapkan dalam pelayanan kesehatan.

Kolaborasi antara FKp Unair dan UiTM Malaysia melalui pengembangan Model ERAC diharapkan terus berkembang pada berbagai kegiatan akademik dan penelitian berikutnya serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan maternal, khususnya dalam pencegahan komplikasi dan optimalisasi pemulihan ibu pada periode postpartum.