
NERS NEWS — Kelompok D3.2 Maternitas melaksanakan kegiatan Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dengan tema “Mengenali Tanda dan Pencegahan Baby Blues Syndrome serta Depresi Postpartum” kepada ibu pasca melahirkan dan keluarga pendamping pasien. Kegiatan yang berlangsung di ruang perawatan maternitas ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan mental ibu postpartum serta pentingnya dukungan keluarga dalam proses pemulihan pasca persalinan.
Kegiatan PKRS dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah interaktif dan sesi tanya jawab. Materi yang disampaikan meliputi pengertian baby blues syndrome dan depresi postpartum, tanda dan gejala yang perlu dikenali sejak dini, faktor risiko, serta upaya pencegahan dan penanganan yang dapat dilakukan oleh ibu maupun keluarga. Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti penyuluhan dan aktif mengajukan pertanyaan terkait kondisi emosional yang sering dialami setelah melahirkan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh kelompok D3.2 Maternitas dengan peserta yang terdiri atas ibu pasca melahirkan dan keluarga pasien di ruang perawatan maternitas. Dalam pelaksanaannya, kegiatan didampingi oleh pembimbing akademik Ibu Ni Ketut Alit dan pembimbing klinik Bidan Frida yang memberikan arahan selama proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan edukasi kesehatan.

Pelaksanaan PKRS ini bertujuan meningkatkan kesadaran ibu postpartum dan keluarga mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental setelah persalinan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat membantu keluarga mengenali tanda awal baby blues syndrome maupun depresi postpartum sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Edukasi ini juga menjadi bentuk upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi serta mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 tentang kehidupan sehat dan kesejahteraan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap peserta dapat lebih terbuka dalam menyampaikan kondisi psikologis yang dialami setelah persalinan dan memahami bahwa dukungan emosional dari keluarga memiliki peran penting dalam proses pemulihan ibu postpartum. Pendampingan yang baik diharapkan mampu menurunkan risiko terjadinya gangguan kesehatan mental pasca persalinan.
Kegiatan PKRS ini mendukung beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
- SDGs 3: Good Health and Well-Being. Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu postpartum melalui edukasi kesehatan mental.
- SDGs 4: Quality Education. Memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat sebagai bentuk peningkatan pengetahuan dan kesadaran kesehatan.
- SDGs 17: Partnerships for the Goals. Mewujudkan kolaborasi antara mahasiswa, pembimbing akademik, pembimbing klinik, serta pasien dan keluarga dalam pelaksanaan kegiatan edukatif.
Secara keseluruhan, kegiatan PKRS mengenai baby blues syndrome dan depresi postpartum berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari peserta. Antusiasme ibu postpartum dan keluarga selama kegiatan menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan mental setelah persalinan. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi institusi pendidikan keperawatan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta mendukung pencapaian SDGs.
Penulis: Kelompok D3.2 Maternitas





