NERS NEWS – Surabaya, 9 Juli 2026 – Mahasiswa Praktik Profesi Pendidikan Ners Kelompok 2 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga kembali melaksanakan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) pada Kamis (9/7) di Ruang Garuda RSD Prof. Dr. Moeljono Surabaya. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari terapi sebelumnya dengan mengangkat Strategi Pelaksanaan (SP) 2, yaitu melatih pasien menghardik halusinasi. Setelah pada pertemuan sebelumnya pasien belajar mengenali halusinasi, pada sesi ini pasien dilatih untuk mempraktikkan cara menghardik halusinasi sebagai salah satu teknik mengendalikan gejala ketika halusinasi muncul.
Kegiatan terapi dikemas dalam bentuk role play agar pasien dapat belajar melalui praktik secara langsung. Terapi diawali dengan setiap pasien mengambil undian untuk menentukan nomor urut tampil. Selanjutnya, pasien diminta mengambil kartu skenario yang telah disiapkan oleh mahasiswa. Kartu tersebut berisi berbagai situasi halusinasi, meliputi halusinasi pendengaran, penglihatan, penciuman, dan perabaan. Berdasarkan situasi yang diperoleh, setiap pasien maju ke depan kelompok untuk memeragakan cara menghardik halusinasi dengan kalimat yang tegas, seperti “Pergi! Kamu tidak nyata, saya tidak mau mendengarkan atau mengikuti kamu.” Setelah role play selesai, mahasiswa memberikan umpan balik dan penguatan mengenai teknik menghardik yang benar agar pasien lebih percaya diri dalam menerapkannya saat halusinasi muncul.
Kegiatan TAK diikuti oleh 10 pasien yang menunjukkan partisipasi aktif dan semangat selama terapi berlangsung. Meskipun pada awalnya beberapa pasien tampak ragu untuk tampil, mereka mulai menunjukkan keberanian setelah melihat teman-temannya melakukan role play. Suasana terapi berlangsung hangat, penuh dukungan, dan diselingi apresiasi dari mahasiswa maupun peserta lain setiap kali pasien berhasil mempraktikkan teknik menghardik dengan baik. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pasien dalam mengendalikan halusinasi melalui penerapan SP 2, sehingga pasien memiliki keterampilan untuk merespons halusinasi secara adaptif dan mengurangi pengaruh halusinasi terhadap aktivitas sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk implementasi asuhan keperawatan jiwa yang berfokus pada peningkatan kemampuan pasien dalam mengelola gejala secara mandiri serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 (Good Health and Well-being), SDGs 4 (Quality Education), dan SDGs 17 (Partnerships for the Goals).
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga berharap pasien semakin percaya diri dalam menerapkan teknik menghardik ketika halusinasi muncul sehingga mampu mengurangi dampak halusinasi terhadap kehidupan sehari-hari. Bagi mahasiswa, terapi ini menjadi pengalaman berharga dalam mengimplementasikan intervensi keperawatan jiwa secara kreatif dan terapeutik melalui metode pembelajaran yang aktif dan partisipatif. Kedepannya, diharapkan pasien dapat menerapkan keterampilan yang telah dipelajari sebagai bekal dalam proses pemulihan serta meningkatkan kemandirian dalam mengendalikan gejala halusinasi.
Penulis : Carissa Lintang Ivana





