PKRS IRNA 4 Pediatri RSUA: Lindungi Diri dari ISPA, Jaga Pernapasan Tetap Sehat

NERS NEWS — Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Kelompok 3 Angkatan 49 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga sukses melaksanakan kegiatan Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dalam rangkaian Stase Keperawatan Dasar di IRNA 4 Pediatri Rumah Sakit Universitas Airlangga pada Kamis, 13 Agustus 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini mengangkat tema “Lindungi Diri dari ISPA, Jaga Pernapasan Tetap Sehat” dan diikuti oleh kurang lebih 15 peserta yang terdiri dari keluarga pasien. Kegiatan ini didampingi oleh Wahyuni Tri Lestari, S.Kep., Ns., M.Kep. selaku dosen pembimbing akademik dan Widia Yuniarti, S.Kep., Ns. selaku pembimbing klinik IRNA 4 Pediatri.

Pemilihan topik ISPA didasarkan pada pentingnya meningkatkan pemahaman keluarga mengenai infeksi saluran pernapasan yang sering terjadi pada anak. ISPA dapat menimbulkan gejala seperti batuk, pilek, demam, hingga kesulitan bernapas dan pada kondisi yang lebih berat dapat berkembang menjadi pneumonia. Oleh karena itu, pengetahuan keluarga mengenai faktor risiko, tanda dan gejala, serta langkah pencegahan ISPA menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan anak.

Sebelum kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan berbagai persiapan, mulai dari penyusunan topik dan materi, konsultasi dengan pembimbing akademik dan klinik, penyusunan Satuan Acara Penyuluhan (SAP), hingga menyiapkan media edukasi berupa PowerPoint dan leaflet. Koordinasi dengan perawat ruangan juga dilakukan untuk memastikan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, perkenalan, penyampaian tujuan, serta penggalian pemahaman awal peserta mengenai ISPA. Selanjutnya, pemateri menyampaikan edukasi menggunakan metode ceramah dengan bantuan PowerPoint dan leaflet. Materi yang diberikan meliputi pengertian, penyebab dan faktor risiko, tanda dan gejala, mitos dan kesalahan dalam pencegahan, cara mencegah ISPA, serta tanda bahaya yang memerlukan pertolongan segera.

Peserta juga diberikan edukasi mengenai berbagai upaya pencegahan ISPA yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga kebersihan serta ventilasi lingkungan, menghindari asap rokok dan polusi, serta memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan anak. Selain itu, keluarga diarahkan untuk mengenali tanda bahaya seperti kesulitan bernapas, napas cepat, tarikan dinding dada, kejang, kesadaran menurun, hingga anak tidak mampu minum atau menyusu.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan mengklarifikasi informasi yang belum dipahami. Antusiasme serta keaktifan peserta dalam diskusi menjadi bagian dari evaluasi kegiatan, selain kemampuan peserta menjawab pertanyaan dan mempraktikkan batuk efektif dengan benar.

Melalui kegiatan PKRS ini, mahasiswa berharap keluarga dapat meningkatkan pengetahuan serta kesadaran mengenai pencegahan ISPA pada anak. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga keluarga mampu menjaga kesehatan pernapasan anak, mengenali tanda bahaya secara lebih dini, dan segera mencari pertolongan tenaga kesehatan apabila kondisi anak mengalami perburukan.

Penulis: Vica Febri Fajriani