
NERS NEWS — Mahasiswa Profesi Ners Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan bertema “Cegah Dermatitis Kontak: K3 dalam Penggunaan Bahan Kimia pada Pedagang di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Convention Hall” di SWK Convention Hall Surabaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pedagang mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya dalam penggunaan bahan kimia yang berpotensi menyebabkan dermatitis kontak. Edukasi diberikan untuk membantu pedagang mengenali faktor risiko, tanda dan gejala dermatitis kontak, serta menerapkan langkah pencegahan dan perlindungan kulit selama bekerja.
Kegiatan penyuluhan kesehatan ini berfokus pada peningkatan pemahaman pedagang mengenai pentingnya penerapan K3 dalam aktivitas sehari-hari. Sebagai pekerja sektor informal, pedagang memiliki berbagai potensi bahaya di lingkungan kerja, seperti penggunaan benda tajam, minyak panas, kompor gas, peralatan listrik, serta paparan bahan kimia dari deterjen, sabun pencuci peralatan, cairan pembersih, dan disinfektan.
Salah satu masalah kesehatan yang dapat muncul akibat paparan bahan kimia secara berulang adalah dermatitis kontak, terutama pada bagian kulit yang sering terpapar seperti tangan. Kontak berulang dengan air dan bahan pembersih atau wet work dapat meningkatkan risiko terjadinya iritasi pada kulit. Dermatitis kontak dapat ditandai dengan kulit kemerahan, gatal, kering, pecah-pecah, rasa perih atau terbakar, pembengkakan, hingga munculnya lepuhan pada kondisi tertentu.
Materi penyuluhan juga membahas berbagai faktor risiko dermatitis kontak, jenis bahan yang berpotensi menimbulkan iritasi, serta pentingnya mengenali tanda dan gejala sejak dini. Peserta diberikan pemahaman bahwa pencegahan dapat dilakukan melalui penggunaan bahan pembersih sesuai petunjuk, menghindari kontak langsung dengan bahan kimia, menggunakan sarung tangan yang sesuai, membilas dan mengeringkan tangan dengan baik, serta menjaga kelembapan kulit.
Kegiatan difasilitasi oleh Mahasiswa Profesi Ners Universitas Airlangga dan diampingi oleh Mus’adah S.Kep.,Ns.M.Kes selaku pembimbing akademik. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dan diskusi sehingga peserta dapat menyampaikan pengalaman maupun keluhan yang berkaitan dengan aktivitas kerja dan penggunaan bahan pembersih.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme dengan mengikuti penyuluhan dan berdiskusi mengenai cara penggunaan bahan pembersih yang aman, pemilihan sarung tangan, serta tindakan yang dapat dilakukan ketika muncul keluhan pada kulit. Interaksi tersebut menunjukkan pentingnya edukasi K3 yang praktis dan mudah diterapkan dalam aktivitas berdagang sehari-hari.
Salah satu peserta kegiatan menyampaikan bahwa edukasi tersebut memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya melindungi tangan ketika menggunakan bahan pembersih. “Setelah mendapatkan edukasi, saya lebih memahami bahwa penggunaan bahan pembersih yang dilakukan setiap hari juga dapat memengaruhi kesehatan kulit. Saya akan lebih berhati-hati dan menggunakan pelindung saat mencuci atau membersihkan peralatan,” ujarnya.

Kegiatan ini mendukung beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
SDG 3: Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera)
Kegiatan penyuluhan berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan dan kesejahteraan pedagang melalui edukasi mengenai pencegahan penyakit akibat kerja, khususnya dermatitis kontak. Peningkatan pengetahuan mengenai bahaya bahan kimia dan penerapan K3 diharapkan dapat mendorong perilaku kerja yang lebih aman serta mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat pekerjaan.
SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas)
Penyuluhan merupakan bentuk pendidikan kesehatan berbasis masyarakat yang memberikan informasi mengenai K3 dan pencegahan dermatitis kontak. Edukasi ini diharapkan meningkatkan kemampuan pedagang dalam mengenali risiko kesehatan di lingkungan kerja dan menerapkan pengetahuan tersebut secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.
SDG 8: Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)
Penerapan K3 pada sektor informal turut mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat. Dengan menjaga kesehatan pekerja dan mengurangi risiko penyakit akibat kerja, pedagang dapat menjalankan aktivitas ekonomi secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan penyuluhan “Cegah Dermatitis Kontak: K3 dalam Penggunaan Bahan Kimia pada Pedagang di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Convention Hall”, diharapkan pedagang semakin memahami pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja dalam aktivitas berdagang. Penerapan langkah pencegahan sederhana, seperti menggunakan bahan kimia sesuai petunjuk, memakai sarung tangan yang sesuai, menjaga kebersihan dan kelembapan kulit, serta mengenali gejala awal dermatitis kontak, diharapkan dapat meminimalkan risiko penyakit akibat kerja. Edukasi K3 yang berkelanjutan diharapkan turut mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif bagi pekerja sektor informal.
Penulis: Adinda Safitri





