Hipertensi Pada Lansia: Kendalikan Tekanan Darah, Nikmati Hari Tua

NERS NEWS — Dalam upaya menekan angka kejadian penyakit tidak menular serta meningkatkan kualitas hidup lansia, mahasiswa Program Studi Pendidikan Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga bekerja sama dengan Puskesmas Klampis Ngasem sukses menggelar kegiatan Penyuluhan Kesehatan Masyarakat (PKRS) bertajuk “Hipertensi Pada Lansia: Kendalikan Tekanan Darah, Nikmati Hari Tua.” Acara yang berlangsung interaktif pada Rabu, 19 Agustus 2026 di Balai RW 06 Klampis Ngasem ini dihadiri oleh puluhan warga lansia setempat yang antusias mengikuti setiap tahapan edukasi dan pemeriksaan kesehatan.

Dalam upaya menekan prevalensi penyakit tidak menular (PTM) serta mengoptimalkan derajat kesehatan populasi usia lanjut, telah dilaksanakan kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bertajuk “Hipertensi Pada Lansia: Kendalikan Tekanan Darah, Nikmati Hari Tua.” Kegiatan edukasi terintegrasi ini diselenggarakan pada Rabu, 19 Agustus 2026 di Balai RW 06 Klampis Ngasem dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat lansia dalam rangkaian intervensi promotif dan preventif.

Pelaksanaan intervensi edukasi diawali dengan pengondisian peserta serta penyampaian materi ilmiah mengenai patofisiologi dan manajemen klinis hipertensi. Pemaparan difokuskan pada karakteristik hipertensi sebagai kondisi asimtomatik (silent killer), di mana peningkatan tekanan vaskular arterial secara persisten berisiko tinggi memicu kerusakan organ target (target organ damage). Komplikasi vaskular mendasar yang disosialisasikan mencakup insidensi cerebrovascular accident (stroke), infark miokard akut, gagal jantung kongestif, serta nefropati hipertensif.

Merujuk pada kriteria klinis American Heart Association (AHA) dan World Health Organization (WHO), batasan hipertensi ditegakkan apabila angka tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Guna memitigasi risiko progresivitas penyakit, strategi penatalaksanaan non-farmakologis diperkenalkan melalui kerangka kerja intervensi gaya hidup berkelanjutan, yakni strategi CERDIK (Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres). Dari aspek terapi nutrisi medis, penekanan dilakukan pada pembatasan asupan natrium harian (< 2 gram/hari atau setara 1 sendok teh garam) serta peningkatan konsumsi makanan tinggi kation fisiologis (kalium dan magnesium) guna mendukung regulasi hemodinamik.

Penyampaian intervensi edukatif didukung dengan penggunaan media instruksional berbasis bukti berupa leaflet terstruktur untuk mempermudah retensi informasi. Evaluasi proses dan hasil menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat yang memuaskan, ditandai dengan tercapainya kuorum minimal sasaran serta tingginya responsivitas peserta selama diskusi interaktif dan evaluasi pemahaman pasca-penyuluhan.

Seluruh rangkaian kegiatan intervensi komunitas ini dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur pelayanan keperawatan komunitas dan berada di bawah supervisi institusional akademis serta klinis untuk menjamin mutu dan validitas materi edukasi yang disampaikan.

Penyelenggaraan intervensi edukasi kesehatan komunitas ini secara substansial berkontribusi terhadap pencapaian indikator Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama pada SDG 3 (Good Health and Well-being), khususnya Target 3.4, kegiatan ini berperan langsung dalam upaya mereduksi angka mortalitas dini akibat penyakit tidak menular (PTM) melalui penguatan aspek preventif dan pengendalian komplikasi kardiovaskular pada populasi lanjut usia. Selain itu, program ini juga menginternalisasi nilai SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan sarana pendidikan kesehatan non-formal yang inklusif untuk meningkatkan derajat literasi kesehatan (health literacy) masyarakat secara berkelanjutan. Keberhasilan implementasi intervensi ini turut mencerminkan perwujudan SDG 17 (Partnerships for the Goals), yang mentransformasikan sinergi kemitraan strategis antara institusi pendidikan tinggi keperawatan, fasilitas pelayanan kesehatan primer, dan pemangku kepentingan tingkat lokal demi tercapainya cakupan kesehatan masyarakat yang holistik.

Melalui penyelenggaraan penyuluhan kesehatan ini, diharapkan masyarakat RW 06 Klampis Ngasem, khususnya kelompok usia lanjut, memiliki kesadaran dan kemandirian yang lebih tinggi dalam memantau tekanan darah secara berkala serta menerapkan gaya hidup sehat. Kolaborasi antara civitas akademika Universitas Airlangga dan Puskesmas Klampis Ngasem ini diharapkan dapat terus berlanjut secara berkesinambungan sebagai wujud nyata pengabdian masyarakat demi terwujudnya lansia Indonesia yang sehat, mandiri, aktif, dan bahagia di hari tua.

Penulis: Ahfa Putri Amelia