Mahasiswa Profesi Ners Unair Edukasi Perawatan Latihan ROM di Rumah bagi Keluarga Pasien Pasca Stroke di Rumah Sakit Universitas Airlangga

NERS NEWS — Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) mengenai Perawatan Latihan Range of Motion (ROM) di Rumah Pasca Stroke bagi keluarga pasien di Stroke Unit Rumah Sakit Universitas Airlangga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan keluarga dalam membantu pasien pasca stroke melakukan latihan ROM secara tepat, aman, dan sesuai dengan kondisi pasien. Edukasi ini diharapkan dapat mendukung proses rehabilitasi, mempertahankan fungsi gerak, serta meningkatkan kemandirian pasien setelah pulang dari rumah sakit.

Edukasi dilakukan melalui penyampaian materi secara langsung menggunakan media leaflet dan poster, disertai demonstrasi latihan ROM. Materi yang disampaikan meliputi pengertian stroke, pengertian Range of Motion (ROM), jenis-jenis ROM yang terdiri dari ROM aktif, ROM pasif, dan ROM aktif-asistif, serta tujuan dan manfaat latihan ROM bagi pasien pasca stroke. Peserta juga diberikan penjelasan mengenai prinsip pelaksanaan latihan ROM dan cara melakukan latihan pada anggota gerak atas maupun bawah secara perlahan, aman, dan disesuaikan dengan kemampuan serta kondisi pasien.

Demonstrasi latihan meliputi gerakan pada bahu, siku, pergelangan tangan, jari tangan, paha, lutut, pinggul, pergelangan kaki, dan jari kaki. Keluarga diberikan pemahaman bahwa latihan ROM dapat dilakukan secara aktif oleh pasien, secara pasif dengan bantuan keluarga atau tenaga kesehatan, maupun secara aktif-asistif dengan sebagian bantuan dari orang lain. Latihan tersebut bertujuan mempertahankan rentang gerak sendi, menjaga fleksibilitas, membantu mengurangi kekakuan, serta mendukung fungsi dan kemampuan gerak anggota tubuh pasien pasca stroke.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan sasaran keluarga pasien Stroke Unit Rumah Sakit Universitas Airlangga. Peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait perawatan pasien pasca stroke di rumah. Selama kegiatan, peserta mengikuti penyampaian materi dan demonstrasi dengan baik serta aktif dalam sesi tanya jawab. Pertanyaan yang muncul antara lain mengenai penggunaan bantal sebagai penopang saat latihan ROM dan tindakan yang perlu dilakukan apabila pasien mengalami serangan stroke kembali. Keluarga juga diberikan edukasi untuk segera mengenali tanda-tanda stroke, seperti kelemahan atau mati rasa pada salah satu sisi tubuh, wajah mencong, dan gangguan bicara, serta segera mencari pertolongan medis apabila gejala tersebut muncul.

Kegiatan PKRS ini bertujuan meningkatkan literasi dan keterampilan kesehatan keluarga dalam mendukung perawatan serta rehabilitasi pasien pasca stroke di rumah. Melalui edukasi mengenai latihan ROM, keluarga diharapkan mampu membantu pasien melakukan latihan secara tepat, aman, bertahap, dan sesuai kemampuan pasien. Dengan demikian, edukasi ini dapat mendukung upaya mempertahankan fungsi gerak dan meningkatkan kemandirian pasien dalam proses pemulihan pasca stroke.

Penulis: Dina & Ganjar (Kelompok 3)