
NERS NEWS — Ners Muda Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga menyelenggarakan penyuluhan kesehatan bertajuk “Kenali CAPD: Solusi Cuci Darah Mandiri yang Praktis di Rumah” pada Jumat, 4 September 2026, pukul 08.30 WIB di Ruang Hemodialisis Rumah Sakit Universitas Airlangga. Kegiatan ini ditunjukkan bagi pasien dan keluarga penunggu pasien guna untuk meningkatkan pemahaman mengenai Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) sebagai salah satu alternatif terapi pengganti ginjal, yang disampaikan melalui media poster dan leaflet.
Dalam kegiatan tersebut, tim penyaji memaparkan bahwa CAPD merupakan metode cuci darah mandiri tanpa mesin yang memanfaatkan selaput rongga perut atau peritoneum sebagai filter alami untuk membersihkan darah dari zat sisa metabolisme dan kelebihan cairan tubuh. Berbeda dengan hemodialisis yang memerlukan mesin dan akses pembuluh darah, CAPD dilakukan melalui tiga tahap utama, yaitu drain (pengeluaran cairan lama), fill (pemasukan cairan baru), dan dwell (waktu tinggal cairan di rongga peritoneum), yang umumnya dilakukan empat hingga enam kali dalam sehari sesuai resep dokter. Metode ini dinilai cocok bagi pasien yang menginginkan terapi mandiri, memiliki akses vaskular yang sulit, maupun bertempat tinggal jauh dari unit hemodialisis.

Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan oleh tujuh Ners Muda yaitu Maharani Gusti Putri Sinatria dan Najma Faradisa Sufyan sebagai penyaji, Cici Yulia sebagai moderator, Irna Savira dan Puji Tri Purnaningsih sebagai fasilitator, Kris Nawandari Putri Maharani sebagai observer, serta Luisa Angelica Bassory yang bertugas mendokumentasikan kegiatan. Penyuluhan berlangsung di bawah bimbingan Dr. Ika Yuni Widyawati, S.Kep.,Ns., M.Kep.,Ns., Sp.Kep.MB. selaku pembimbing akademik, dan Wahyu Putri S, S.Kep., Ns. selaku pembimbing klinik di Ruang Hemodialisis Rumah Sakit Universitas Airlangga.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pasien penyakit ginjal kronis untuk memahami prosedur, keuntungan, serta risiko CAPD, termasuk potensi komplikasi seperti peritonitis dan infeksi pada exit site kateter, agar dapat dikenali dan dilaporkan sejak dini. Melalui edukasi ini, pasien dan keluarga diharapkan mampu menjalankan perawatan CAPD secara mandiri dan tepat di rumah, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup sekaligus mengurangi risiko komplikasi akibat kesalahan prosedur.

Kegiatan penyuluhan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya:
- SDGs 3: Good Health and Well-Being – meningkatkan literasi kesehatan pasien penyakit ginjal kronis serta mendukung akses terapi dialisis yang aman dan mandiri.
- SDGs 4: Quality Education – memberikan edukasi kesehatan yang berkualitas bagi pasien dan keluarga sebagai bagian dari pembelajaran klinik mahasiswa Ners.
Penyuluhan tentang CAPD ini diharapkan dapat membekali pasien dan keluarga dengan pengetahuan yang memadai untuk menjalani terapi dialisis mandiri secara aman di rumah. Kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat serta pencapaian SDGs di bidang kesehatan.
Penulis: Irna Savira





